BPBD Cianjur Tingkatkan Pengawasan Daerah Rawan Longsor

oleh
Kejadian Gempa Bumi yang mengakibatkan tanah longsor di Cikangkareng beberapa waktu. BPBD kini siapa siaga tingkatkan pengawasan dibeberapa titik rawan becana. Foto Istimewa 

CIANJUR | Harian Waktu –  Gempa Bumi yang terjadi beberapa waktu di wilayah Jawa Barat dikhawatirkan membuat kondisi tanah di Cianjur semakin labil. Apalagi Kabupaten Cianjur merupkan salah satu daerah rawan bencana. Untuk itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur meningkatkan pengawasan di daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Seperti yang dirasakan, beberapa hari yang lalu terjadi gempa bumi, yang terpusat di Sukabumi dan Garut. Namun  getaran yang mencapai 5 skala richter itu juga diraskan masyarakat Cianjur.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, guncangan gempat dari beberapa wilayah tersebut mengancam stabilitas kontur tanah di 109 titik rawan pergerakan tanah di 32 kecamatan di kabupaten Cianjur. Pasalnya semakin banyak guncangan, maka tanah tersebut akan semakin labil.

BPBD Kabupaten Cianjur terus melakukan pemantauan dan siaga. Pihaknya sudah  menghubungi relawan dan tim tanggap bencana untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah. Walaupun kejadiannya di kota lain, tapi ada kemungkinan Cianjur juga kena dampak, sebab guncangannya terasa sampai Cianjur.

 “Cianjur ini masuk dalam lempengan yang terbentang sepanjang pantai Selatan. Makanya, gempa diwilayah manapun, terlebih di daerah Jawa Barat akan berdampak pada Cianjur,” tutur Asep, diruang kerjanya.

Menurut Asep, setelah gempa tektonik yang terjadi di Tasikmalaya belum lama ini, sudah ada informasi juga, jika akan ada gempa susulan di sepanjang pantai selatan. Namun Cianjur tidak merasakannya. Kalau titiknya di Sukabumi dan Garut memang ada getaran juga di Cianjur.

Asep juga mengatakan, sepanjang 2017, belum terjadi gempa bumi dalam skala besar di Cianjur. Namun pihaknya tetap waspada dengan tetap berkoordinasi ke BMKG. Pasalnya BMKG telah menyimpan alat pendeteksi gempa di wilayah Cianjur Selatan.

“Terakhir gempa itu sekitar Desember 2016, dengan getaran sebesar 5,6 skala richter. Kalau ada lagi pasti terdapat laporan dari BMKG, sebab sudah ada satu alat di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) di Cianjur Selatan. Kalau ada gempa dari 3,5 skala richter ke atas, pasti sudah terlaporkan,” kata dia.

Menurutnya, BPBD sudah melakukan simulasi bencana jika terjadi bencana gempa yang juga berakibat pada longsor ataupun tsunami. Pihaknya juga telah menyiapkan selter khusus jika sewaktu-waktu terjadi bencana besar.

“Cianjur ini memang rawan terjadi bencana dalam dua katagori, longsor di daerah gunung, bukit dan lembah, serta tsunami diwilayah pesisir pantai di tiga Kecamatan yaitu Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta. Makanya kami sudah siapkan untuk evakuasi warga ketika ada gempa, kalau yang di perbukitan antisipasi longsor, sementara di pantai mewaspadai tsunami. Tapi kami harap tak ada bencana gempa yang mengakibatkan kedua bencana itu,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco