Manusia dan Kebudayaan

oleh

Oleh: Ubai Dillah Al Anshori

*Penulis adalah mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU dan bergiat di Komunitas Diskusi Sastra FOKUS UMSU

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, mendapat tambahan awalan ke- dan akhiran -an. Sehingga menjadikan kata benda abstrak, sedangkan manusia menjadi konkret. Sepintas tentang manusia, beralih ke – kebudayaan yang berasal dari kata sanskerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)

Beberapa pendapat lain tentang kebudayaan – budi merupakan unsur rohani, sedangkan daya adalah unsur jasmani manusia. Dengan demikian budaya merupakan hasil budi dan daya dari manusia.

Manusia sebagai pencipta kebudayaan, karena manusia mempunyai akal dan budi. Terciptanya kebudayaan sebagai interaksi manusia dengan segala alam yang membentuk keindahan.

Dikatakan manusia sebagai pembentuk, hewan tidak memiliki akal dan budi. Hanya, mempunyai naluri dan nafsu.

Sejauh ini, apakah kebudayaan yang berangkat dari budi dan daya manusia dapat dinikmati dengan suci? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dari dalam diri masing-masing pembaca atau penikmat budaya yang ada di negeri ini.

Budaya sebagai ciri dari setiap kelompok atau sebagai wujud pembeda pada setiap identitas. Hal yang berkaitan juga dapat ditemukan seperti pewarisan kebudayaan, perubahan kebudayaan, penyebaran kebudayaan.

Pewarisan kebudayaan akan dilakukan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Perubahan kebudayaan terjadi akibat adanya konflik, yang membuat unsur-unsur pembeda di dalam kebudayaan. Penyebaran kebudayaan dilakukan dengan menyebarkan unsur-unsur ke wilayah yang dapat memajukan budaya tersebut.

Kali ini, budaya-budaya asing yang masuk ke negeri ini sangat mempengaruhi perkembangan budaya lokal. Itulah masalah yang terjadi akibat penyebaran kebudayaan. Nilai-nilai budaya global dari barat atau asing sangat memberikan dampak negaif bagi masyarakat.

Rasa kebersamaan dan kekeluargaan lambat laun akan menghilang akibat pola hidup individualistik, pragmatis dan lainnya, yang didapat dari budaya asing. Benteng-benteng yang kokoh dalam budaya lokal akan roboh dan tidak terkendalikan.

Proses pembangunan akan sangat lama, pembuatannya tidak secepat di masa lampau. Karena, teknologi-teknologi sudah sangat mempengaruhi perkembangan generasi muda saat ini.

Di sisi lain juga akan ada budaya lokal yang hilang dengan sendiri, generasi muda yang ada di wilayah tersebut merasa budaya mereka sudah sangat tidak dapat ikut serta dengan kemajuan zaman saat ini.

Berangkat dari budaya-budaya yang sudah mulai hilang atau hampir hilang di negeri ini, kerap menjadi pandangan atau hal yang menarik untuk ditelusuri. Kehilangannya diakibatkan oleh apa, siapa dan mengapa bisa terjadi.

Bahkan tak jarang akan timbul pertanyaan yang menjebak penikmat, apakah kebudayaan produk manusia atau manusia produk kebudayaan? Silahkan dinikmati dan dijawab dalam hati.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco