Persib Kandaskan Persiba 3-1, 99 Persen Pastikan Masuk 8 Besar

oleh

BANDUNG – Persib Bandung hampir pasti jadi tim pertama yang memastikan diri lolos ke 8 besar Piala Presiden 2017 setelah di laga kedua mengandaskan Persiba Balikpapan dengan skor 3-1 di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin.

Skuat Maung Bandung dan puluhan ribu bobotoh yang hadir memadati Stadion si Jalak Harupat sempat terhenyak setelah striker Persib
a Marlon Da Silva sukses menjebol gawang Deden M Natshir lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-6.

Tertinggal 0-1, Maung Bandung merespons dengan meningkatkan tekanan ke pertahanan Beruang Madu. Hasilnya Persib bisa menyamakan kedudukan pada menit 28 melalui eksekusi penalti Sergio van Dijk. Hukuman penalti diberikan wasit setelah Dedimar Ferreira melakukan handsball. Skor 1-1 ini bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua Pelatih
Djadjang Nurdjaman melakukan strategi pergantian yang sama persis seperti saat menghadapi PSM Makassar di laga pertama yakni dengan memasukkan Supardi Nasir dan Dedi Kusnandar menggantikan Henhen Herdiana dan Achmad Basith.

Hasilnya Maung Bandung mampu mengontrol permainan, di sisi lain Persiba tak lagi bermain leluasa seperti di babak pertama. Bahkan, Supardi jadi kreator gol kedua Persib yang diciptakan Sergio pada menit 56. Umpan Supardi yang berbelok arah setelah membentur pemain Persiba jadi bola liar yang dengan sigap dimaksimalkan Sergio.

Selang tujuh menit kemudian kreasi permainan apik yang diawali umpan jauh Dedi Kusnandar kepada Vladimir Vujovic berbuah gol ketiga. Sodoran Vlado cukup memanjakan Febri Hariyadi yang dengan jitu dan tenang sukses menaklukan kiper Persiba Kurniawan Ajie. Skor pun berubah jadi 3-1 buat Maung Bandung.

Meski sudah unggul, namun Maung Bandung tetap agresif dan menciptakan sejumlah peluang matang. Salah satunya lewat tendangan keras Atep dari luar kotak penalti. Namun sejumlah peluang gagal dimanfaatkan sehingga skor 3-1 bertahan sampai akhir laga.

“Cukup disyukuri, saya ucapkan selamat kepada para pemain yang tampil cukup luar biasa meski harus tertinggal lebih dulu. Gol lawan di awal pertandingan cukup mengejutkan. Tapi alhamdulillah kami bisa bangkit dan membalikan keadaan,” ungkap Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman seusai laga.

Dengan kemenangan itu maka Persib Bandung sudah mengemas enam poin dari dua pertandingan yang telah dilalui. Di urutan kedua dan ketiga ditempati Persiba dan Persela dengan tiga poin sedangkan posisi terakhir ditempati PSM Makassar yang belum mengantongi poin.

Hasil ini membuat Persib diatas angin lantaran perbandingan poin yang didapat tim lainnya terpaut tiga poin. Cukup hasil imbang di laga terakhir melawan Persela pada 17 Februari mendatang agar keinginan menjadi juara grup 3 bisa terwujud.

Djadjang Nurdjaman membenarkan cukup hasil imbang bagi Persib agar bisa meloloskan diri ke babak selanjutnya. Meski demikian Djanur enggan gegabah, lantaran bisa saja Persela bermain baik hingga mampu menjungkalkan tim besutannya.

“Tidak ada untuk kalah. Kami tetap mengincar kemenangan agar bisa menjadi juara grup. Karena kalau kalah maka Persela yang keluar sebagai juara lantaran akan dihitung head to head. Jadi jangan sampai terjadi,” tegas Djanur saat ditemui seusai pertandingan.

Hasil pertandingan melawan Persiba, lanjut Djanur sudah pasti akan menjadi bahan evaluasinya untuk bisa mewujudkan menjadi juara grup. Terlebih beberapa kesalahan masih kerap dilakukan para pemainnya.

“Diawal pertandingan kami agak sedikit nervous hingga terjadi gol. Bahkan setelah gol, masih saja ada nervous. Sampai 20 menit kesana baru tim mulai membentuk permainan yang sebenarnya. Sehingga di babak kedua permainan total ditambah dua pemain tambahan masuk (Dedi dan Hariono), Vlado dan Jupee ke tengah maka peluang gol tercipta,” katanya.

Secara keseluruhan Djanur mengaku puas lantaran performa timnya di setiap pertandingan menunjukkan perkembangan. Namun Djanur enggan berpuas terlebih dahulu sebab perjuangan Persib di babak penyisihan belum berakhir.

Sementara, Pelatih Persiba Balikpapan Timo Scheunemann mengaku cukup kecewa dengan hasil negatif yang diraih anak asuhnya. Kekecewaan pelatih berdarah Jerman itu cukup bisa dipahami karena di laga tersebut tim besutannya mampu unggul lebih dahulu setelah Marlon da Silva menciptakan gol di menit ke-5.

“Bagi saya ini kekalahan mengecewakan. Kita bisa merepotkan tapi tidak sampai 90 menit. Persib yang memiliki kualitas skill dan kecepatan berhasil mempergunakan kesalahan-kesalahan kita. Dan akhirnya kita kalah,” ungkap Timo.

Timo enggan mempermasalahkan soal penalti yang diberikan wasit saat Persib berhasil mengimbangi kedudukan menjadi 1-1. Yang jelas keputusan tersebut sangat merugikan timnya.

“Saya tidak mau salahkan wasit, saya hanya lihat kesalahan sendiri terutama yang counter attack itu. Mungkin tanpa counter attack dan penalti kami bisa menahan imbang Persib 1-1,” katanya.

Meski demikian, Timo enggan melihat hasil yang didapat. Sebaliknya ia hanya ingin melihat perkembangan timnya di pertandingan ke pertandingan lainnya.

“Walaupun kekalahan menyakitkan tapi saya bangga karena pemain bisa menerapkannya dengan baik. Bisa dilihat perbedaannya cara main kita dibandingkan saat lawan Persela,” tuturnya. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco