Cikadu Kembangkan Produksi Olahan Hasil Bumi “SI JAGO”

oleh

CIKADU | Harian Waktu – Masyarakat Kecamatan Cikadu bersiap diri mengembangkan olahan hasil bumi.t. Ladu dan Wajit Ketan serta olahan minyak kelapa dan minyak sereh merupakan produk unggulan yang siap diedarkan. Masyakat kini sedang giat-giatnya memproduksi olahan tersebut tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memasarkannya. Bahkan kegiatan masyarakat tersebut mendapat dukungan langsung dari Camat Cikadu.

Camat Cikadu, Wodi Efyana, SE, menerangkan bahwa idenya tersebut berangkat dari minimnya penghasilan masyarakat Cikadu yang didapat dari hasil bumi. Sebelumnya warga sudah terbiasa menjual hasil bumi berupa bahan baku saja tanpa diolah. Wodi merasa harus ada terobosan yang radikal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dari hal itulah Wodi bergerak dan memberikan masukan pada masyarakatnya agar tidak menjual hasil bumi hanya bahan baku saja. Namun terlebih dahulu diolah dan dikemas agar menjadi produk unggulan. Apalagi di Cikadu, bahan baku hasil bumi begitu melimpah.

“Saya pun sudah merancang kemasan yang pas untuk produk-produk tersebut biar tidak kalah bersaing dengan produk serupa yang sudah ada,” ungkapnya.

Untuk pemasaran, lanjut Wodi, dirinya sudah menjajaki kerjasama dengan toko serba ada ataupun mini market yang ada di Kabupaten Cianjur. Hasilnya mereka cukup positif menanggapi produk kami. ”Saya sudah mempersiapkan sentra – sentra produksi, antara lain untuk minyak sereh ada di Desa Cisaranten, dodol dan wajit di Desa Sukamulya dan minyak kelapa di Desa Kelapanunggal,” ujarnya.

Mengenai kualitas produksi, diyakini produk olahan masyarakat Cikadu tidak akan kalah oleh produk-produk lain dari luar kota. Tinggal kita akan meminta masukan dari pihak yang sudah berpengalaman untuk menjaga daya tahan produk makanannya biar tahan lama dan aman tanpa bahan pengawet kimiawi.

“Masyarakat pengolah hasil bumi Cikadu akan kami organisir menjadi sebuah kelompok usaha mandiri. Kita sudah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai segala rupa yang dibutuhkan untuk mendirikan kelompok usaha rakyat itu,” tutur Wodi.

Mengenai nama produknya baik itu wajit ketan, ladu ketan, minyak kelapa ataupun minyak sereh sudah jelas, yaitu merk SI JAGO. Menurut Wodi, selain untuk turut serta mensosialisasikan jargon Pemkab Cianjur, merk ini juga diyakini bisa lama karena mudah diingat dan logonya sederhana tapi keren. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco