Orang Sakit Dibawa Ke Dukun, Puskesmas Cikadu Butuh Mobil Ambulan Baru

oleh

 

CIKADU | Harian Waktu – Sangat memprihatinkan, dua armada mobil ambulan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Kecamatan Cikadu dinilai sudah tidak layak lagi. Satu mobil ambulan jenis Kijang sama sekali tidak bisa hidup atau mati total dan yang berjenis APV pun dalam keadaan tidak layak operasi. Padahal mobil tersebut sangat diperlukan untuk mengantarkan orang sakit atau yang akan melahirkan.

Puskesmas Cikadu

Menurut Rohpandi warga Desa Sukaluyu, dengan tidak layaknya beroperasi dua mobil ambulan, sangat disesalkan. Karena warga menjadi kesulitan untuk mengangkut orang sakit ataupun melahirkan. Warga sangat menginginkan pelayan yang maksimal dari Puskemas. “Bila tidak dengan ambulan Puskesmas, apa kami harus membawa orang sakit parah atau melahirkan dengan ojek?” ungkapnya.

 “Padahal fasilitas infrastruktur di Kecamatan Cikadu ini yang tersulit dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur. Hampir 80 persen semua kondisi jalan di Kecamatan Cikadu rusak parah.  Jangankan pada saat musim hujan seperti sekarang ini. Saat musim kemarau saja terkadang mobil begitu sulit jalannya. Jadi memang butuh mobil ambulan dalam kondisi terbaru” tambahnya.

Rohpandi pun memohon kepada Bupati Cianjur agar sudi kiranya memberikan bantuan dua unit armada ambulan untuk Puskesmas Cikadu demi terciptanya pelayanan kesehatan yang maksimal pada masyarakat.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Puskesmas Cikadu, Gunawan membenarkan kondisi mobil yang rusak dan kesulitan membawa orang sakit atau yang hendak melahirkan. Baginya, keadaan 2 armada mobil ambulan yang dimiliki Puskesmas sekarang ini cuma bisa dipakai sejauh 30 KM saja. ”Yam au bagaimana lagi, demi pelayanan kesehatan yang maksimal, kami terpaksa menggunakan ambulan yang ada saja dulu,”ungkapnya.

Gunawan yang biasa di sapa Ua inipun menjelaskan bahwa mobil ambulan jenis APV yang masih bias jalan dan kadang-kadang mati juga hanya armada bekas pakai dari Puskesmas Sindangbarang. ”Saya hanya membayangkan dalam beberapa bula kedepan, bagaimana kami dari pihak Puskesmas  mampu memberikan layanan kesehatan yang memadai kepada masyarakat yang jaraknya jauh,” lanjutnya.

Apalagi bila harus melayani masyarakat yang sakit parah, contohnya dari Desa Sukamanah ke Puskesmas, jarak tempuhnya kalau hitungan jam bisa mencapai 8 jam untuk tiba di Puskesmas. “Bagi kami sangat dilematis. dibiarkan tidak tega, kalau ditempuhpun tidak akan mampu dengan menggunakan kondisi ambulan APV bekas itu. Terpaksa warga biasanya mengobati dengan obat warung seadanya atau dibawa ke dukun. Ya mau bagaimana lagi,” ujar Gunawan. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco