Rotasi AKD Urusan Partai dan Fraksi

oleh

ABDULLAH BIN NUH BANDUNG | Harian Waktu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur akan segera melakukan rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Rencananya rotasi AKD akan dibahas tanggal 28 Pebruari 2017 oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) atas keputusan dari fraksi – fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Cianjur.

Taviv Darmawan mengungkapkan, semua yang menentukan siapa saja anggota dewan dan akan menduduki posisi apa adalah hasil dari keputusan partai masing-masing, diteruskan ke fraksi lalu ditindaklanjuti oleh BP Perda, kemudian dilanjutkan dengan keputusan rapat Paripurna. “Ini kan semuanya keputusan politik,” tutur Taviv.

Dan soal layak atau tidak layaknya seseorang menduduki posisi tertentu di AKD, partai sendiri yang lebih tahu, karena partai juga mempunyai hitung-hitungan yang jelas bagi kemaslahatan konstituennya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Praksi Partai Golkar Atep Hermawan Permana, S.Sos mengungkapkan dirinya tidak ambil pusing dengan rencana rotasi Alat Kelengkapan Dewan.

Atep akan patuh dan tunduk atas keputusan partai yang akan diteruskan melalui fraksi mengenai siapa saja yang akan menduduki posisi apa. ”Tidak ada masalah, fokus kita sekarang adalah bagaimana membantu Pemerintahan Kabupaten Cianjur supaya sukses dalam melaksanakan program – programnya,” katanya.

Sedangkan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) Erwin Rustiana, SH mengharapkan terjadinya rotasi AKD dibarengi oleh optimalisasi peran anggota dewan dalam meneruskan aspirasi masyarakat Cianjur.

Erwin mengingatkan hanya wakil rakyat yang aspiratiflah yang akan mendapatkan apresiasi dari konstituennya kelak. ”Indikatornya jelas, siapa anggota dewan yang terpilih lagi atas dasar kesadaran penuh dari masyarakat. Bukan atas dasar pemberian yang bersifat sesaat,” ujarnya.

Soal rotasi anggota dewan, lanjutnya, itu sah-sah saja, itu urusan internal partai dan fraksi-fraksi yang ada di DPRD sana. Tinggal perhitungan dari partainya saja, mau tidak dipercaya lagi oleh konstituen dengan menempatkan pribadi yang benar –benar aspiratif. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco