Dua Kubu Kasek Saling Adu Jotos

oleh

Siswa SMK Cokroaminoto Tak Bisa Belajar

WARUNGKONDANG | Harian Waktu – Konflik antara dua kubu kepala sekolah (Kasek) Uan Lukmanul Hakim dan Cep Dedi Mulyana dalam perebutan status Kepala Sekolah (KS) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Komputer Terpadu (TKT) Cokroaminoto, di Jalan Tegallega No 19 Warungkondang, terus berlanjut. Bahkan, pagar sekolah digembok dan di jaga ketat oleh sejumlah orang bayaran.

Gedung SMK TKT Cokroaminto Warungkondang

Akibatnya, sejumlah siswa yang akan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak bisa masuk ke sekolah, bahkan di usir untuk pulang kembali. Hal tersebut membuat mengundang amarah pihak Cep Dedi dan sjeumlah guru lainnya hingga terjadi cek cok.

“Kalian ini siapa, apa urusannya kalian dengan sekolah kami? Seenaknya menggembok dan menduduki sekolah kami,” teriak salah seorang guru yang kesal dengan aksi penggembokan pagar sekolah tersebut.

Bahkan, salah seorang pemuda bayaran dari dalam sekolah menyuruh Cep Dedi dan guru lainnya untuk pergi dari gerbang SMK TKT Cokroaminoto. “Kalian harus pergi dari sini (Sekolah) karena tidak mempunyai izin dari kami,” ujarnya.

Sehingga, hal tersebut memicu kemarahan Cep Dedi dan pihak guru lainnya, hingga terjadi keributan secara pisik. Bahkan, adu fisik tidak terelakan, hingga seorang tokoh pemuda Warungkondang datang dan melerai keributan.

Tidak lama kemudian, sejumlah orang bayaran yang menjaga sekolah pun pergi meninggalkan dengan memacu sepeda motornya. Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Warungkondang tiba dilokasi, dan membantu mengusir para penjaga yang ternyata dua diantara sengaja dibawa dari Bandung.

”Untuk sementara gedung sekolah ini kosongkan, kehadiran kalian membuat resah masyarakat disini. Silahkan kalian pergi!,” tegasnya, sambari membuka gembok gerbang secara paksa.

Sebelumnya, penggembokan pagar sekolah SMK TKT Cokroaminoto tersebut terjadi beberapa bulan lalu, hingga kedua kubu tersebut saling lapor ke pihak berwajib. Bahkan, keduanya rebutan siswa yang diakhiri dengan diboyongnya sebagian besar murid oleh kuasa hukun Uan, Salim Tamim, SH ke Rumpun Belajar (Rumbel) SMP Cokro dikawasan Songgom dan hanya menyisakan 7 orang siswa saja yang belajar di SMK TKT Cokroaminoto Warungkondang.

Terakhir, pada Jumat (17/2) kemarin, penguasaan gedung SMK TKT Cokroaminoto Warungkondang oleh pihak kuasa hukum Uan beserta sekitar 50 orang bawaannya.”Kalau saja tidak ada tokoh masyarakat disini yang memisahkan, mungkin akan terjadi keributan,” ujar Cep Dedi.

Pihaknya berharap, KBM tetap berlangsung di komplek SMK TKT Cokroaminoto. Tapi kuasa Hukum Uan Lukmanul Hakim menyeret sebagian besar para murid pindah ke Rumbel SMP Cokro di daerah Songgom.

“Kami harapkan dari pihak sekolah itu sama dengan keinginan masyarakat dan orang tua siswa, yaitu KBM tetap berlangsung di komplek SMK TKT Cokroaminoto Warungkondang, buksn pindah ke Rumbel SMP Cokro yang di daerah Songgom sana. Inilah yang memicu kemarahan masyarakat, orang tua siswa dan pihak sekolah. Dengan membawa sebagian para siswa, membuat KBM jadi hancur seperti ini,” ujar Cep Dedi.

Sementara itu, Uan Lukmanul Hakim melalui kuasa hukumnya, Salim Tamim, SH  mengatakan, komplek SMK TKT Cokroaminoto harus disterilkan. Dengan alasan, komplek dalam penguasaan pihak Uan Lukmanul Hakim yang mendapat mandat dari Nadir yang antara lain, H. Hidayatulloh, H. Komarudin dan Saeful Mubarok.

”Kalau pihak Cep Dedi mau masuk ke komplek sekolah, silahkan saja gugat kepengadilan,” terang Salim Tamim, kemarin.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Cianjur, Sadar Muslihat menyatakan kekecewaannya atas perkelahian yang terjadi di SMK TKT Cokroaminoto Warungkondang. Dirinya berharap, semua persoalan diselesaikan dengan cara musyawarah.

“Kalaupun tidak terjadi kesepakatan silahkan menempuh jalur hokum. Ini benar-benar sudah mengganggu KBM, nanti saya sampaikan ke pihak Disdik Provinsi,” ujarnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco