Bupati Minta Pengembangan Glamping Lakeside Dihentikan

Link Banner

SOREANG, Harian Waktu – Bupati Bandung Dadang M Naser meminta proyek objek wisata Glamping Lakeside yang kini tengah berjalan di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, segera dihentikan. Pengembang dan pengelola objek wisata tersebut, juga didesak segera menyelesaikan pengurusan izin operasional ke Pemkab Bandung.

Dadang mengaku kaget, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pengelola Glamping Lakeside saat ini malah memperluas arealnya. Ia khawatir pengembangan tersebut akan mengancam kelestarian alam sekitar.

“Kami kan sudah menyetop operasional di Glamping karena masih bermasalah dan perlu diproses izinnya. Belum lengkap, itu baru permohonan. Karena alasan itu saya minta agar di-stop,” ujar Dadang di Komplek Perkantoran Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (24/2).

Dadang juga mempertanyakan alasan pihak pengelola yang memperluas objek wisata yang dinilai akan menimbulkan kerusakan alam di daerah sekitar. Bahkan, kabar terakhir yang diterimanya, kini sudah hampir setengah jalan proses pengembangannya.

“Memang saya mengakui restoran berbentuk kapal pinisi yang ada di Glamping itu jadi daya tarik wisata. Tapi kenapa objek wisatanya harus diperluas lagi, bisa rusak itu alam. Jelas ini belum ada izin. Saya bilang izinnya segera proses, saya tidak akan keluarkan izin,” terangnya.

Dirinya pun telah memberi teguran kepada pengelola seiring belum tuntasnya kepengurusan izin yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih kini aturan terkait tata ruang telah selesai.

Nah nanti dilihat pembangunannya itu sesuai tidak dengan tata ruang. Apa diizinkan oleh kementerian dan pemerintah provinsi, atau malah ada perlakuan khusus. Bila melanggar akan dihentikan,” katanya.

Selain itu, pengembangan yang saat ini juga tengah dilakukan menuju situs ziarah di Kawah Cibuni untuk dikomersialkan, agar segera dihentikan. Dadang mempersilakan kalau pihak legislatif berencana melakukan investigasi ke objek wisata itu.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Yayat Hidayat mengatakan, Komisi B telah melakukan investigasi ke kawasan Glamping Lakeside dan Kawah Rengganis, kemarin. Hal itu menindaklanjuti banyaknya keluhan warga yang memprotes pengelola melakukan pelanggaran.

“Tim dari Komisi B juga ingin memastikan izin operasional di objek wisata itu. Tentunya, DPRD tidak bisa melihat permasalah ini secara sepihak, sehingga perlu melakukan investigasi ke lapangan,” ujar Yayat.

Tujuan dari investigasi tersebut, kata Yayat, agar pihaknya bisa segera mengambil sikap dan mendapatkan informasi untuk nantinya dirapatkan resmi di komisi. “Kami perlu tanya masyarakatnya, pemerintah dan pengelola. Lalu meneliti izin termasuk indikasi kesepakatan yang katanya dilanggar,” katanya.

Pihaknya baru bisa memutuskan sikap usai mendapat laporan dari beberapa anggota legislatif. Terkait apakah akan dilanjutkan operasional objek wisata Glamping Lakeside dan pengembangannya, nanti akan ada proses analisa.

“Minggu depan kami akan menggelar rapat komisi, untuk membahas itu. Per hari ini (kemarin, red) kami belum bisa putuskan objek wisata itu harus ditutup atau tidak,” pungkasnya. Rustandi

Category: News, Waktu DesaTags:
example banner
No Response

Leave a reply "Bupati Minta Pengembangan Glamping Lakeside Dihentikan"

[+] kaskus emoticons