Korban Banjir Bandang di KBB Menanti Bantuan

oleh

Pemprov dan Pemkab Bandung Barat Kaji Penyebab Banjir

BANDUNG BARAT, Harian Waktu – Ratusan warga korban banjir bandang luapan Sungai Cidadap di Kampung Pasanggrahan, Desa Sinar Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, mengharapkan bantuan berupa pakaian, makanan, serta selimut.

“Kami berharap makanan seperti beras, soalnya semuanya habis, hanyut. Ga ada yang tersisa. Pakaian juga semua kotor penuh lumpur,” kata salah satu warga terdampak banjir Wawan Romdon (33), seperti dilansir Antara, kemarin.

Selain itu, ia juga membutuhkan obat-obatan dan minyak kayu putih bagi korban banjir. Pasalnya di antara korban tersebut terdapat anak-anak. “Kalau malam anak-anak kedinginan,” ungkapnya.

Wawan menuturkan, wilayah tersebut memang wilayah langganan banjir, namun banjir kali ini merupakan yang terparah sejak dirinya menempati pemukiman tersebut belasan tahun silam.

“Dulu kalau banjir cuma sedikit gak sampai rumah, tapi pas kemarin sampai ke rumah bahkan sekitar satu meter,” jelasnya.

Ia menceritakan, dalam dua hari ini wilayah tersebut sering diguyur hujan dengan intensitas rendah. Awalnya, luapan air sungai Cidadap sempat hampir masuk ke pekarangan rumah, namun beberapa saat luapan tersebut langsung surut.

Ia pun lantas menyadari ada keganjilan terhadap surutnya air yang secara mendadak. Wawan kemudian mengajak warga lainnya untuk pergi ke dataran yang lebih tinggi. Dugaan Wawan ternyata benar, tak lama luapan air yang besar menerjang dan menghantam seluruh pemukiman yang berdiri dekat sempadan sungai.

“Semua perabotan elektronik rusak, dan sebagian peralatan rumah tangga dan pakaian hanyut terbawa luapan sungai,” paparnya.

Hal yang sama diutarakan warga lainnya Neng Gustina (28), kejadian tersebut terjadi secara mendadak. Ia tak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di rumah. “Kecil hujannya, langsung besar (sungainya). Jadi buru-buru menyelamatkan diri,” ujarnya.

Kini, ia bersama warga lainnya mengungsi ke rumah saudara mereka, karena dikhawatirkan banjir bandang kembali terjadi. Sementara, bagi kepala keluarga mereka tetap bertahan di tempat tinggal mereka membersihkan sebagian lumpur dan menjaga barang-barang yang berhasil diselamatkan.

Sebelumnya, hujan deras melanda kawasan Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (23/2) dan Jumat (24/2). Banjir merendam sekitar ratusan rumah di Kampung Pasanggrahan dan Kampung Sindang Kerta Desa Sinar Jaya, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat.

Pemkab Bandung Barat dan Pemprov Jabar sendiri sudah menerjunkan petugasnya ke lokasi banjur untuk mengkaji penyebab banjir guna penanganan selanjutnya. Dari informasi yang dihimpun, banjir akibat luapan Sungai Cidadap pada Kamis terjadi pukul 15.30 WIB dan mulai surut pukul 17.00 WIB.

Total jumlah warga yang terdampak mencapai 208 jiwa dan tersebar di Kompleks Montaya PTPN VIII di Desa Sirnajaya, Kampung Pasanggrahan di Desa Sirnajaya, Kampung Ciawitali di Desa Bunijaya, Kampung Tangsijaya di Desa Gununghalu, dan Pondok Pesantren Al Jihad di Desa Sirnajaya.

Pemerintah Kecamatan Gununghalu melaporkan, pascabanjir para korban dievakuasi ke mess Perkebunan Montaya PTPN VIII. Selain itu, Pemerintah kecamatan menyiapkan pelayanan di puskesmas setempat untuk menangani warga yang terdampak banjir.

Banjir setinggi 1 sampai 1,5 meter menyebabkan berbagai perlengkapan rumah tangga dan sekolah di rumah-rumah warga terendam. Selain itu, banjir merendam 42 hektare sawah milik warga. Banjir juga membuat jembatan penghubung Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Ciwidey putus. Sementara itu, kerugian materi akibat banjir diperkirakan mencapai Rp120 juta.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB Dicky Maulana mengungkapkan, sejumlah warga sudah kembali ke rumah-rumah mereka untuk membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir. Menurut dia, banjir terjadi akibat Sungai Cidadap yang tak mampu menampung volume air akibat hujan lebat.

“Banjir bandang ini baru pertama kalinya terjadi di Gununghalu. Penyebabnya, memang karena hujan yang sangat lebat,” jelasnya.

Menurut Dicky, banjir bisa disebabkan sedimentasi di Sungai Cidadap atau berbagai hal lain. “Namun memang banjir ini akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan sungai meluap,” katanya.

Meski banjir sudah surut, dia mengimbau agar warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi. BPBD KBB juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan reaksi cepat dalam mengantisipasi banjir susulan.Zacky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco