Tiga Langkah Lagi

oleh

SOLO, Harian Waktu – PersibBandung sukses menapak ke semi final Piala Presiden 2017 setelah mengandaskan Mitra Kukar lewat drama lima gol dengan skor 3-2 di babak perempat yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (25/2) lalu.

Tiga gol kemenangan Maung Bandung masing-masing diciptakan oleh Atep yang mengemas dua gol pada menit 11 dan 73 serta Vladimir Vujovic pada menit 31. Sedangkan dua gol balasan Naga Mekes dilesakkan Oh In-Kyun pada menit 29 dan Andre Agustiar pada menit 75.

Dalam pertandingan tersebut Maung Bandung dikejutkan oleh perlawanan spartan Naga Mekes, terutama di babak kedua. Apalagi sejak pertengahan babak pertama, Maung Bandung harus kehilangan penyerang andalannya Sergio van Dijk yang mengalami cedera lutut sehingga harus ditarik keluar dan digantikan Shohei Matsunaga pada menit ke-26.

Mitra Kukar yang tak diperkuat dua pemain andalannya Dedi Gusmawan dan Bayu Pradana terbukti mampu menyulitkan Maung Bandung. Meski di babak pertama, kendali permainan lebih dipegang oleh Persib. Namun memasuki 45 menit kedua, Naga Mekes balik menekan dan membuat Persib lebih banyak mengandalkan serangan balik.

PelatihPersib Djadjang Nurdjaman mengaku, kaget dengan performa Mitra Kukar meski akhirnya Maung Bandung dapat memastikan diri lolos ke semi final. Djanur mengungkapkan, bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya meski harus diraih dengan kerja keras.

“Kami bersyukur kepada Allah SWT dengan kemenangan ini kami bisa melaju ke babak semifinal dan selamat kepada pemain yang telah berjuang keras pada pertandingan kali ini,” ucap Djanur.

Djanur mengungkapkan, sempat merasa khawatir ketika Mitra Kukar berhasil membalas ketertinggalan dengan cepat. Kurangnya konsentrasi di lini belakang membuat Naga Mekes dengan mudahnya menceploskan dua gol.

Gol kedua Mitra Kukar yang dilesakan Andre Agustiar pada menit 75 atau hanya selang dua menit setelah Atep memperlebar keunggulan Persib, diakui Djanur, membuatnya cukup tegang.

“Sedikit dihinggapi ketegangan, gol tersebut membuat saya tidak nyaman. Walupun selalu unggul dari gol pertama dibalas, lalu gol selanjutnya sempat nyaris dibalis lagi. Jadi secara kualitas tim sebenarnya kurang puas, tapi patut disyukuri,” papar Djanur.

Sementara itu Pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra menilai pasukannya kurang beruntung, sebab pada laga tersebut Naga Mekes sebenarnya mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali menciptakan peluang. Selain itu, Jafri menilai gol ketiga Persib yang diciptakan oleh Atep pada menit 73 berbau offside.

“Pertandingan luar biasa kami kurang beruntung, gol ketiga Persib sepertinya ‘kabur’ (patut diperdebatkan),” ujarnya.

Jafri menambahkan, absennya Bayu dan Dedi di pertandingan tersebut cukup berpengaruh. “Sudah pasti absennya Bayu dan Dedi, karena selalu starter tapi tadi bukan berarti jelek, karena tadi sudah maksimal kemudian kita ga punya striker asing,” jelasnya.

Di semi final, Persib akan menghadapi Pusamania Borneo FC yang sukses mengandaskan Madura United lewat adu penalti dengan skor 5-4 (0-0). Laga semi final sendiri akan dilaksanakan dalam format home and away.

PBFC akan lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah leg pertama, Kamis (2/3). Sedang Persib giliran jadi tuan rumah leg kedua, Minggu (5/3). Jika dihitung di atas kertas maka Persib ‘hanya’ tinggal tiga langkah lagi untuk mewujudkan ambisi mempertahankan gelar Piala Presiden yang diraih pada 2015 lalu. Zacky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco