Membongkar Benteng PBFC

oleh

BANDUNG, HarianWaktu – Di antara empat tim yang lolos ke semifinal Piala Presiden 2017, perjalanan Pusamania ‎Borneo FC (PBFC) bisa dikatakan yang paling mengejutkan. Dalam empat laga yang sudah dilaluinya, tim berjuluk Pesut Etam ini hanya mampu mencetak 1 gol di waktu normal.

Persib saat menghadapi PBFC di ISCA 2016

Bermodalkan sekali kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC, dan dua laga lainnya imbang, ‎membuat mereka lolos ke perempatfinal Grup D. Di perempat final, PBFC mengalahkan Madura United lewat adu penalti 5-4 setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.

Perjalanan Pesut Etam berbanding terbalik dengan Maung Bandung yang mengantongi nilai sempurna di fase grup. Setelah mengandaskan PSM Makassar 1-0, Persiba Balikpapan 3-1, dan Persela Lamongan 2-0. Kemudian di babak 8 besar, Persib menyingkirkan Mitra Kukar 3-2.

Melihat rekam jejak lawan, Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman berharap, seret gol yang dialami PBFC kembali berlanjut di Stadion Segiri, Samarinda, besok. Meski begitu, ‎pencapaian PBFC hingga berlaga di babak semifinal menunjukkan bahwa mereka tim yang cukup alot dan sulit dikalahkan.

“Mereka memang baru bisa cetak 1 gol. Tapi hasil tersebut menunjukkan bahwa mereka merupakan tim yang sulit dikalahkan. Kami akan mencoba memberi kekalahan di kandang mereka. Paling tidak, pulang dengan hasil draw,” papar Djanur.

Djanur memiliki keyakinan, timnya bisa membawa pulang poin. Ini tidak lepas dari kualitas pemain dan hasil latihan ‎selama ini. “Saya optimistis bisa mengalahkan PBFC karena bercermin dari hasil latihan yang sudah berjalan semakin baik. Para pemain mengerti bagaimana menjalankan intruksi yang saya berikan,” jelasnya.

Sementara itu Kapten Persib Atep mengaku khawatir PBFC bakal menjadi tim yang akan memberikan kesulitan bagi Persib. Sebab PBFC dikenal sebagai tim solid dalam mambangun organisasi pertahanan setelah mendatangkan sejumlah benteng anyar, seperti Dirkir Glay.

“Mereka memiliki pertahanan yang solid dan kerja sama tim yang solid. Buktinya mereka hanya sekali menang dan hasil lainnya imbang tapi bisa ke semifinal. Target di ‎sana menang tapi setidaknya kami tidak kehilangan poin,” jelasnya.

Dengan melakoni laga tandang ke Stadion Segiri, Atep menilai sebuah keuntungan bagi Persib. Setidaknya saat bermain di kandang pada leg kedua nanti, Persib bisa melihat dan mengukur apa yang mesti dilakukan dan dicapai dengan mengacu pada hasil di leg pertama.

“Saat giliran main di kandang, akan membuat kami lebih enak bermain dan itu lebih menguntungkan. Apalagi secara permainan kami terus membaik dan target juara semakin dekat,” ujarnya.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco