Misteri Jalur Puncak II

0 2006
Link Banner

DPRD Jabar Renacanakan Datangi Pendopo Cianjur

CIPANAS, HarianWaktu – Gejolak Jalur Puncak II yang rencananya akan menjadi jalur alternatif di kawasan puncak ini, masih menjadi misteri yang tak kunjung selesai. Berbagai kasus dan kepentingan menjadi penyebab tertundanya proyek tersebut. Untuk menyelesaikannya,  Kamis, 2/3 DPRD Jabar akan mendatangi Pendopo Cianjur untuk membahas jalur tersebut.

Jalur alternatif Puncak II hingga kini pembangunannya masih belum selesai. Berbagai kasus dan kepentingan menjadi penyebab tertundanya proyek tersebut. Foto Istimewa

Sekretaris BAPPEDA, Muljani mengatakan, jika saat ini perbaikan proses jalur puncak II sudah dilakukan saat 2 tahun lalu. Bahkan, tahun ini Bupati meminta untuk segera menyelesaikan jalur tersebut dengan berkoordinasi dengan pemprov Jabar dan Pusat.

“Dalam perencanaan inginnya tahun ini harus dilaksanakan pembangunannya, makanya kita terus koordinasi terus sama mereka. Selain, karena beberapa kasus, itu juga masih terkendala pembebasan lahan,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2).

Dia pun menyatakan, jika DPRD Jabar, berencana akan melakukan koordinasi terkait jalur tersebut. Bahkan, semua ketua fraksi dan jajaran stuktural Dewan Jabar akan hadir dalam pembahasan tersebut.

“Kamis besok, para pejabat Dewan disana akan datang ke Pendopo untuk membahas ini. Saya harap ini bisa segera cepat selesai, karena memang kondisinya sudah urgent,” terangnya.

Sementara, Tokoh Masyarakat, Andre Hidayat mengatakan, kasus perebutan lahan perkebunan teh ditanah seluas 1020 hektar yg bertifikat HGU (Hak Guna Usaha) atas nama Probo Sutejo yang berada di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas masih belum mendapat titik terang.

“Tempat ini memang strategis dalam melakukan kegiatan ekonomi karena rencana  jalur  puncak dua akan di bangun melalui jalur ini. Hanya saja, saat ini pun perebutan masih belum selesai hingga menyisakan bencana saja,” terangnya.

Dikatakan dia, perebutan ini sering membawa suasana di sekitaran lahan tersebut mencekam. Alasannya, sering terjadi perang antara pihak perusahaan PT. Sentul City yang di take over garapannya dari PT. Maskapai Perkebunan Moelia (PT.MPM) yang diduga tanpa sepengetahuan BPN RI.

“Kalau tidak salah sewaan ini berakhir hingga tahun 2022. Bahkan, bukan itu saja, yang lainnya juga banyak. Tak hanya itu, ada sekitar seminggu yang lalu terjadi perang warga yang di tangani juga oleh polsek Cipanas” paparnya.

Lahan yang sudah habis diperjual belikan, kata dia, diantaranya berada di Blok Barudawa, blok Cigalonggong, Arca , blok cilengis dan dilahan KUD yang kisarannya seluas 647 Hektar ditambah Blok Baru dawa sekitar 56 Hektar yang diklaim milik Yayasan LDII.

“Ini perlu cepat diselesaikan, jika tidak rencana pemerintah untuk pembuatan jalur alternatif ditambah ekosistem alam yang harusnya menjadi wilayah perkebunan ini, lama-lama akan hilang dimakan waktu,” pintanya.

Sementara pihak Perkebunan Ciseureuh, Susilo menjelaskan, saat ini, penjual yang tidak bertanggung jawab sedang di proses oleh Mapolres Cianjur.

“Perkebunan yang sekarang sudah mulai di benahi dan ditangani oleh aparat dalam hal ini kepolisian. Bahkan sudah ada data orang yang di duga melakukan perusakan dan penjarahan,” terangnya.

Saat ini, sambung dia, pihaknya sedang memfokuskan diri untuk memperbaiki hasil teh seperti semula dan menjadi lahan hijau seperti jalur utama puncak.

“Saya lebih fokus ke produksi pengolahan teh walau hasilnya tidak maksimal namun bisa untuk menghidupi karyawan,” paparnya.

Ketika di tanyakan soal tanah perkebunan yang di take over kepihak Sentul City, Susilo mengaku tidak mengetahui lebih rinci. Hanya saja, pihak Sentul City adalah pihak kedua yang bergerak di bidang properti.

“Bukan dialihkan kepada pihak sentul city tapi kepada orang sentul city, kalau tanah HGU tetap punya perkebunan teh ciseureuh. Namun untuk luas saya tidak tahu karena saya baru 2 bulan mengelola perkebunan teh Ciseureuh,” katanya.

Dirinya berharap, agar tanah yang sudah di jual belikan maupun yang di jarah untuk dikembalikan lagi ke perkebunan.

“Kalau tidak ingin di peroses secara hukum ya kembalikan lagi pada pihak pengelola,” tandasnya.Putra Lugina Sukma

Category: News, Waktu CianjurTags:
resto
No Response

Leave a reply "Misteri Jalur Puncak II"

[+] kaskus emoticons