Pasar Ramayana di Pindahkan, Hoax

oleh

CIANJUR, HarianWaktu – Isu adanya perpindahan Pasar Muka (Ramayana,red) ke daerah Rawa Bango dibantah langsung oleh pihak pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan saat ditemui wartawan “Harian Waktu” kemarin. Bahkan, kepala Disperindag langsung melakukan penyebaran himbauan kepada para pedagang guna meluruskan isu tersebut.

Hoax : Isu adanya perpindahan Pasar Muka (Ramayana) ke daerah Rawa Bango dibantah langsung oleh pihak pengelola pasar dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur. Bahkan, himbauan kepada para pedagang guna meluruskan isu tersebut.

Kasubag TU Pasar, Isna Sutisna mengatakan, isu perpindahan tersebut bisa dinyatakan hoax (bohong). Sebab, hingga saat ini, pihak pengelola belum mendapatkan pemberitahuan dari pihak dinas terkait kepindahan relokasi pasar.

“Sepertinya itu hanya isu saja. Soalnya sampai hari inipun tidak ada koordinasi dari pihak dinas terkait hal itu,” terangnya saat ditemui HW di lokasi pasar. Selasa (28/2).

Ia pun mengakui, jika saat ini, isu kepindahan pasar sudah banyak tersebar dimana-mana. Namun, berkali-kali ia menegaskan jika isu perpindahan tersebut dilakukan oleh orang-orang tertentu agar membuat suasana pasar menjadi keruh.

“Itu hanya dari mulut orang-orang yang tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya, Toh pak kadis saja sudah memberi surat edaran kepada para pedagang,” ungkapnya.

Saat ini, sambung dia, pedagang yang terdaftar di pasar ada sebanyak 386 pedagang dari 1300 kios yang ada. Bahkan, jumlah tersebut tidak bertambah meski isu diluaran ada kenaikan pedagang dan pembeli akibat perpindahan pasar induk ke pashay.

“Jumlah pedagangnya masih sama. Bahkan, pembelinya pun masih relatif sama. Hanya saja, dulu saya akui pas pasar induk pindah pasar ini jadi rame. Tapi itupun hanya dua hari saja,” jelasnya.

Sementara, dalam surat edarannya, Kepala Disperindag, Himam Haris membantah, terkait relokasi pasar muka ke daerah rawa bango. Bahkan, dalam pernyataannya, Kadis meminta agar para pedagang tidak terpengaruh oleh pihak luar yang ingin membuat ricuh.

“Kami tidak bertanggung jawab jika isu tersebut membuat kerugian. Hanya saja, para pedagang diminta tenang dan berdagang dengan tenang, karena pemerintag tidak memiliki rencana kepindahan pasar,” terangnya.

Seolah memperkuat, Sekreataris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Muljani mengatakan, di tahun ini tidak ada rencana kepindahan pasar muka ke daerah rawa bango. Hanya saja, rencana itu pernah di lontarkan saat masa jabatan bupati sebelumnya yakni Tjetjep Muchtar Soleh.

“Tidak ada data tertulis atau laporan apaun terkait kepindahan pasar, Itu memang pernah diungkapkan masa jabatan bupati dulu , yapi tidak jadi kan,” terangnya saat ditemui di ruangannya.

Dilain Pihak, Ketua Komisi IV, Sapturo mengakui, jika pemerintah pernah akan membeli tanah di sekitar kawasan rawabango untuk pembangunan perpindahan pasar muka. Namun, akhirnya pemkab mengurungkan niatnya akibat harga yang tidak sesuai ditambah banyaknya penolakan.

“Memang dulu pernah, sudah di ukur dan di urus-urus. Hanya saja, tidak jadi, karena kalau tidak salah harganya itu 2 miliar terlalu kemahalan untuk tanah seluas 2 hektar di daerah sana,” tandasnya. Putra Lugina Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco