Diserang Hama Wereng, Petani Sukadana Merana

oleh

CAMPAKA, Harian Waktu – Puluhan hektar lahan sawah milik petani di Desa Sukadana Kecamatan Camapaka, diserang hama wereng. Akibatnya, tanaman padi milik petani rusak dan terancam gagal panen. Hama wereng menyerang sawah milik para petani sejak satu pekan ini. Serangan wereng membuat tanaman padi tak sehat, warnanya merah, lalu mati karena akarnya mengalami pembusukkan.
Sepintas tanaman padi yang terserang hama wereng, kondisinya tak nampak. Namun bila diamati, akibat pembusukkan biji padi tak berisi alias ompong. Wereng yang berwarna coklat dan hijau menempel di dahan dan batang padi.

Puluhan hektar sawah di desa Sukadana Kecamatan Campaka diserang hama wereng. Akibatnya para petani merugi puluhan juta rupiah karena diperkirakan gagal panen. Foto Istimewa

Salah seorang petani warga Desa Sukadana, Dudu (52) menjelaskan, lahan sawah seluas 35 sampai 40 Hakter hampir seluruhnya gagal panen dan kering ditangkai akibat terserang hama wereng. “Padi yang sore hari masih terlihat hijau dan bagus tersebut akan pirang dan layu di pagi harinya. Kemudian, dalam dua hari padi tersebut kering serta daunnya habis seperti bekas dipotong,” tutur Dudu.

Dudu hanya bisa berserah diri dan berusaha sabar atas musibah yang dialaminya beserta petani lain. Dia berharap Kades Sukadana untuk bisa menyampaikan persoalan ini kepada Pemerintah Cianjur agar memberikan bantuan kepada para petani.

Sebenarnya, kata Dudu, upaya penanggulangan sudah kerap dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida setiap dua hari sekali. Namun upaya itu gagal. Hama wereng seperti kebal dengan pestisida. Buktinya, wereng terus menyerang padi.
“Kami berharap agar pemerintah mau turun tangan. Minimal ada bantuan dalam bentuk obat. Jika tidak, sekali lagi kami takut panen akan gagal,” ujar Dudu risau.

Sementara Kepala Desa Sukadana, Kecamatan Campaka Cianjur, Karmawan mengungkapkan pihaknya sudah mengetahui soal kerugian besar yang diderita masyarakat petaninya karena terserang hama wereng. ”Ya, mereka semua pada mengeluh soal itu,” katanya.

Menurutnya, lahan sawah seluas kira – kira 40 Hakter tersebut kalau dibiarkan akan mengalami gagal panen seluruhnya. Sedangkan usia padi yang ditanam oleh sebagian besar para petani baru berumur dua hingga tiga bulan. ”Kami tentu saja merasa khawatir dengan kondisi para petani yang akan mengalami kerugian yang besar,” tambahnya

Selain itu, lanjutnya, saya juga sudah menyampaikan peristiwa serangan hama wereng tersebut kepada Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Namun, sampai saat belum ada tanggapannya. Dirinya meyakini apabila tidak ada pencegahan ditakutkan akan terjadi kerawanan pangan didesanya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco