6 Bulan Buron : Butong dan Juse Dilumpuhkan Polisi

oleh

BANDUNG │ Harian Waktu – Dua pelaku penganiayaan di Kafe Bucharest, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, 1 September 2016 silam, yang mengakibatkan korban Raka Jatnika meninggal berhasil ditangkap polisi setelah enam bulan buron.

Keduanya adalah Agus Imron alias Butong (25) dan Ade Irawan alias Juse (28) yang harus tertatih-tatih saat keluar melalui pintu domestik Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Sabtu (4/3), akibat luka tembak di kaki mereka.

Keduanya jadi buronan polisi selama enam bulan setelah terlibat dalam penganiayaan terhadap Raka di Kafe Bucharest, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, September 2016. Mereka ditangkap Satreskrim Polrestabes Bandung di Bali. Butong diringkus di Jimbaran, Bali, 28 Februari 2017, sementara Juse diringkus di Denpasar, Jumat 3 Maret 2017.

Butong dan Juse harus dipapah hingga ke mobil petugas Sat Reskrim Polrestabes Bandung karena mendapat luka tembak di kaki. Keduanya pun dibawa langsung ke Markas Polrestabes Bandung. Selain menangkap Butong dan Juse, petugas lebih dahulu menangkap Pebby Riana alias Pedro (23) dan Ershad Hardiaman alias Ershad (30).

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana menuturkan, empat buron yang ditangkap ini melengkapi enam pelaku lainnya yang perkaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Totalnya pelakunya ada 10 orang. Berturut-turut ditangkap. Enam dikirim ke jaksa penuntut umum, sementara empat orang ini akan segera menyusul,” ujar Hendro.

Sementara itu Butong menceritakan kisah pelariannya selama jadi buronan polisi. Usai menganiaya Raka bersama sembilan rekannya, ia mengaku langsung kabur ke Tasikmalaya. Beberapa hari tinggal di Tasikmalaya, Butong kemudian kabur lagi ke Yogyakarta.

“Di Yogyakarta, saya kerja jadi kuli antar minuman galon,” ujar Butong di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, sambil menahan sakit lantaran kaki kirinya dilumpuhkan petugas.

Beberapa bulan di Yogyakarta, Butong  kemudian pindah lagi ke Bali. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari di Bali, ia bekerja di salah satu toko binatu. “Selama pelarian, memang ada perasaan waswas. Enggak tenang,” ujarnya.

Butong sempat ingin menyerahkan diri ke polisi. Belum sempat menyerahkan diri, ia ditangkap lebih dulu oleh petugas Sat Reskrim Polrestabes Bandung di Jimbaran, Bali, Selasa (28/2).

Korban Raka meregang nyawa setelah dikeroyok sekelompok pemuda di parkiran hiburan malam Bucharest, Jalan Setiabudi, Kamis (1/9) sekira pukul 04.00 WIB. Insiden pengeroyokan terjadi dua kali, yakni pukul 04.00 WIB di parkiran Bucharest, dan sekira pukul 05.45 WIB di parkiran Sobers.

Pengeroyokan berawal saat korban hendak pulang dari hiburan malam Bucharest. Tiba-tiba korban diminta uang parkir oleh Ableh. Namun korban saat itu melontarkan kata-kata yang dirasa menyinggung dan menolak permintaan Ableh.

Kemudian, antara korban dan para pelaku sempat terjadi adu mulut. Korban kemudian dibawa ke Parkiran Sobers dan saat ditemukan korban sudah tertelungkup dengan tangan memegang kepala.Zacky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco