Ambisi Persib Terkubur

oleh

BANDUNG │ Harian Waktu – Pusamania Borneo FC (PBFC) mengubur ambisi Persib Bandung mempertahankan gelar juara Piala Presiden. Maung Bandung menelan kekalahan dari Pesut Etam lewat drama adu penalti dengan skor 4-6 (aggregat 3-3) di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin malam.

Pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah pada Persib unggul 2-1 di waktu normal 90 menit maupun perpanjangan waktu sekaligus membuat skor aggregat jadi imbang 3-3 karena di leg pertama, PBFC menang dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan ini, Maung Bandung sebenarnya tampil penuh motivasi dan sangat agresif. Sejak menit awal Atep Cs membombardir pertahanan PBFC. Sejumlah peluang matang diciptakan, namun kegemilangan kiper Wawan Hendrawan mampu menggagalkan setiap peluang yang didapat Persib.

Namun dari sekian banyak peluang yang didapat, Persib harus menunggu hingga menit ke-31 atau setelah jeda water break. Adalah Shohei Matsunaga yang membawa Maung Bandung unggul lewat sundulan kepala. Pemain asal Jepang itu sukses memaksimalkan umpan crossing Vladimir Vujovic. Meski dalam posisi kurang ideal, Matsunaga masih bisa menjangkau bola dan mengarahkannya ke gawang.

Kiper Wawan Hendrawan yang tampil kokoh di pertandingan ini tak bisa menghalau bola yang sempat membentur mistar. Gol tersebut membuat ribuan bobotoh bergemuruh. Keunggulan 1-0 ini bertahan hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Memasuki babak kedua, Persib dikejutkan oleh gol bek tangguh PBFC Dirkir Glay yang menjebol gawang I Made Wirawan lewat sundulan kepala memaksimalkan umpan sepak pojok Asri Akbar pada menit ke-53.

Skor imbang 1-1 membuat skuat Maung Bandung berusaha bangkit. Bahkan Atep nyaris menjebol gawang Wawan, namun tendangannya masih membentur mistar gawang.

Akhirnya Maung Bandung bisa kembali unggul setelah Atep memaksimalkan sepak pojok Febri Hariyadi pada menit ke-72. Skor 2-1 ini bertahan sampai 90 menit pertandingan berakhir dan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu, tak ada gol yang tercipta. Sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti. Akhirnya PBFC lebih ‘beruntung’ setelah satu algojo penalti Persib Kim Jeffrey Kurniawan gagal mengeksekusi penalti.

Meski demikian perjuangan Persib di Piala Presiden 2017 belum selesai karena Maung Bandung masih memiliki kewajiban melakoni pertandingan perebutan tempat ketiga yang akan dilaksanakan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (12/3).

Seusai pertandingan Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Namun Djanur tetap mengapresiasi perjuangan keras anak asuhnya. “Kalah lewat adu penalti selalu terasa lebih pahit. Tapi inilah sepak bola, walaupun tadi kita lebih menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang tapi hasil akhirnya tak berpihak sama kita,” ungkap Djanur.

“Bagaimanapun perjuangan anak-anak sudah luar biasa. Bobotoh juga luar biasa memberikan dukungan kepada tim. Ini tentu jadi bahan evaluasi yang sangat berharga buat kita sebelum menghadapi kompetisi sesungguhnya (Liga 1),” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Manajer Persib Umuh Muchtar yang tetap memberikan acungan jempol kepada skuat Maung Bandung. “Permainan mereka ada di bawah kita, anak-anak sudah sangat kerja keras. Kita tadi banyak peluang, ada dua kali yang kena tiang, salah satunya dari Atep. Ini mungkin sudah tanda-tanda (kalah),” pungkasnya.Zacky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco