Baik Buruknya Dampak Teknologi Informasi Dalam Norma Masyarakat

oleh

Baik Buruknya Dampak Teknologi Informasi Dalam Norma Masyarakat

Oleh : Moch. Ridwan

Seiring kemajuan informasi dengan perangkat teknologi yang begitu pesat berkembangnya hardware, software maupun brainware tidak bisa kita bendung lagi, informasi ibarat darah yang mengalir dalam sendi-sendi tubuh manusia, sehingga informasi begitu penting dalam kehidupan bermasyarakat/sosial.

Informasi yang palsu atau negatif bisa merusak norma-norma yang ada dalam masyakarat dan akan menimbulkan keresahan antar kelompok maupun individu, era digital jelas memberikan ekses yang sangat penting bagi perkembangan sumber daya manusia saat ini.

Etimologi teknologi itu sendiri adalah “Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman Romawi Kuno pemikiran, dan hasil kebudayaan telah tampak berorientasi menuju bidang teknologi. Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode, dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).” (https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi#Sejarah)

Etimologi dari Informasi “ informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) “ide, bentuk, set”, kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). “Eidos” juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep”. (https://id.wikipedia.org/wiki/Informasi#Etimologi)

Dengan adanya internet, informasi begitu cepat disebarkan dan sampai dikonsumsi oleh user, terkadang informasi itu perlu diverifikasi benar-tidaknya informasi yang disajikan. Mencegah dampak negatif atau setidaknya sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka masyarakat khususnya pengguna teknologi informasi dalam hal ini rata-rata penggunanya adalah remaja yang perlu diberikan sebuah wawasan/pendidikan, atau bila perlu para remaja tersebut harus mengikuti program sosialisasi UU ITE. Sehingga mereka dapat mengetahui etika-etika atau norma-norma dalam menggunakan Infomasi Teknologi.

Fenomena yang terjadi saat ini yang sering muncul di salah satu media jejaring social, tentang bela aksi yang begitu cepat untuk menggerakkan suatu ribuan massa  dengan hari, tanggal, jam dan  lokasi yang ditentukan hanya menggunakan salah satu media jejaring sosial, itulah sebagian ekses  kecanggihan teknologi informasi yang terjadi saat ini.

Bahkan perusahaan maupun organisasi memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dan saling berbagi informasi yang dibutuhkannya, di masyarakat tertentu seperti di perumahan pun menggunakannya antartetangga, dengan dibuatkannya grup jejaring social, sekedar untuk saling menyapa dan bahkan saling menjaga lingkungannya sendiri sampai berujung Kopdar (kopi darat).

Dalam survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016, pengguna internet di Indonesia sekitar 1327 juta jiwa. Berdasarkan pekerjaan yang paling tinggi adalah Mahasiswa mencapai 89,7%, Pelajar 69,8%, Pekerja 58,4%, IRT 25,3%,  lainnya 6,7%. Namun yang lebih menarik dalam survey alasan utama mengakses internet adalah update informasi 25,3% atau 31,3 juta .

Perkembangan hardware tentunya sesuai kebutuhan manusia selalu ingin instan dan mudah untuk melakukan aktifitas sehari harinya, seperti adanya drone mesin terbang tanpa kendali adanya manusia di dalamnya dan dikendalikan jarak jauh atau bisa bekerja dengan secara mandiri setelah diprogram sesuai kebutuhan dan ini sangat membantu pekerjaan manusia untuk mencari korban bencana alam atau sering juga untuk membantu para jurnalis mengambil momen yang tidak bisa terjangkau oleh manusia dan juga manfaat lainnya untuk dipergunakan oleh berbagai profesi.

Dengan berkembangnya teknologi semoga membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian dalam masyarakat tanpa membedakan ras, suku, agama atau golongan apapun, untuk terciptanya kerukunan dalam bermasyarakat. Cara atau jalan yang ditempuh untuk bisa hidup bijaksana dan mencapai kebahagiaan adalah dengan selalu terbuka untuk terus belajar dan berkembang (Sokrates).


*Penulis lahir di Cianjur, kini bergiat sebagai Dosen di Politeknik Kridatama Bandung, lulusan S2 Prodi TKJ, Anggota APTIKOM Indonesia, dan aktivis Karang Taruna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco