Tidak Berfungsi, Pendamping Desa Dipertanyakan

oleh

CIANJUR │ Harian Waktu –  Tidak berfungsinya tugas pendamping desa dikeluhkan sejumlah pegawai desa di Cianjur. Keluhan tersebut langsung mendapat respon Diah Pitaloka anggota Komisi II DPR-RI. Menurut Diah, pihak kementrian perlu mengevaluasi sistem kerja dan undang-undang terkait program tersebut.

Diah Pitaloka (Anggota Komisi II DPR-RI)

“Saya mendengarkan sudah sangat sering keluhan terkait tidak berfungsinya pendamping desa. Kami pun di DPR sudah sering membahas hal ini,” terang Diah kepada sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Dikatakan dia, pendampingan desa saat ini, banyak yang tidak sesuai dengan keahliannya dalam mengelola pemerintahan. Sehingga, pihak desa merasa tidak banyak terbantu dengan adanya program tersebut.

“Banyak sekali orang yang tidak ahli dijadikan pendamping desa, padahal ini kan kerja. Ya harusnya profesional,” terangnya.

Ia menduga, jika kegiatan ini, dilakukan untuk memanfaatkan dan mempermudah sosialisasi kepentingan. Untuk itu, diapun masih berharap laporan aktif dari masyarakat untuk menjadi dokumen pelaporan agar dibahas bersama kementrian desa.

“Sayapun sudah menduga ada hal itu, menjadi kegiatan politiknya mereka. Namun, ketika kita bahas, kita belum punya dokumen bukti buat bilangnya,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap, jika rekuitmen mengenai pendamping desa dilakukakan oleh orang yang berkompeten di bidangnya. Bukan malah dimanfaatkan oleh satu golongan menjadi alat politik.

“Rekuitmennya harus dilakukan secara profesional dan terbuka lah. Biar desa itu merasa benar-benar terbantu. Jangan kaya sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong Irwan Kustiawan mengatakan, peran pendamping desa di tahun lalu dirasa hampir tidak ada. Hal itu disebabkan, dalam setahun pendamping di desanya tidak pernah muncul untuk membina pemerintah desa.

”Cuma ada namanya, tapi tidak ada kerjanya. Bahkan, saya sebagai kepala desa saja tidak tahu pendamping desa itu yang mana orangnya,” ujarnya.

Akan tetapi, ia berharap terdapat perubahan di 2017 ini. Irwan menginginkan, terdapat komunikasi yang berjalan dengan lebih baik. Hal tersebut berkaitan dengan dana desa yang meningkat setiap tahunnya, sehingga dirasa semakin membutuhkan pendampingan agar pengelolaan tepat guna. Putra Lugina Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco