Ikan Koi Cianjur Potensial Digemari Turis Jepang

oleh

CIANJUR | Harian Waktu – Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah yang kaya akan komoditi agribisnis, tak terkecuali di sektor perikanan. Meski potensi perikanan di Cianjur lebih banyak di ikan konsumsi, namun ternyata ikan hias dari Cianjur juga memiliki potensi yang sangat unggul.

“Selain ikan konsumsi, Cianjur juga memiliki potensi tinggi di ikan hiasnya, khususnya ikan koi. Ikan koi hasil Budidaya petani Cianjur merupakan ikan koi dengan kualitas super yang banyak dicari para kolektor ikan koi,” tutur Acep salah seoarng pembudidaya ikan koi.

Adapun yang menjadi sentra ikan hias di Kabupaten Cianjur, diantaranya Kecamatan Cipanas, Pacet, Cugenang dan Cianjur. Hal ini dikarenakan kondisi air di wilayah tersebut sangat cocok untuk pemBudidayaan ikan hias. Bahkan, kata Djoni, kualitas koi Cianjur lebih baik dibandingkan dengan koi yang berasal dari Blitar, Jawa Timur.

“Jika koi dari Blitar kalau sudah besar warnanya akan pudar, sementara koi Cianjur warnanya justru akan lebih muncul,” lanjut Acep.

Untuk pemasarannya sendiri, Acep mengatakan ikan koi Cianjur sudah merambah pasar lokal hingga keluar Pulau Jawa.

Pria yang kerap disapa Aa sudah dikenal para pecinta ikan koi di tanah air. Bermula dari kecintaannya terhadap ikan kesukaan para kaisar di Jepang, kini lelaki bernama lengkap Acep Mustika memiliki beberapa kolam penangkaran ikan koi di rumahnya di Kampung Selakopi, Kecamatan Cianjur.

Bahkan digadang-gadang ikan koi yang dikembangbiakan di Cipanas, Pacet, Cugenang dan Cianjur ternyata hasilnya jauh lebih baik dari yang dihasilkan di daerah asalnya di Jepang. Tentunya itu membuat para pencinta ikan Koi kaget, karena selama ini ikan koi dari Jepang yang menjadi terbaik di muka bumi.

Seharusnya, pemerintah ikut mendorong pengembangan ikan koi ditingkatan peternak. Salah satu upayanya pengembangan ikan koi itu dengan menghasilkan kualitas ikan koi sesuai dengan keinginan pasar. “Ikan koi itu tidak sembarang pasar, namun ada kriteria khusus layak jual. Kami harapkan, pemerintah bisa pro aktif mendorongnya. Lantaran, tak jarang para petani ikan hias keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Diakui pria asal Cianjur itu selama ini para petani itu hanya mengeksplorasi sendiri untuk mengembangkan ikan kelas menengah keatas itu. Pasalnya, pembinaan dan bantuan modal terhadap pembudidayaan ikan koi itu masih minim.

“Kami tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi itu bukan berarti kami bisa berdiri sendiri. Sehingga sudah seharusnya pemerintah memperhatikan kami. Apalagi mengingat iklim dan cuaca diwilayah Cianjur mendukung pengembangan ikan koi jadi ini potensi yang layak untuk diperhatikan serius,” tandasnya. DJ/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco