Kantor Pemkab Cianjur Pindah Camat dan Kades Antusias

oleh

CAMPAKA | Harian Waktu – Rencana  akan pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur dari Cianjur Kota ke Kecamatan Campaka disambut antusias baik oleh seluruh lapisan masyarakat dan pejabat pemerintahan kecamatan.

Ha tersebut rupanya masuk dalam pematangan dan saling berkomunikasi antar dinas yang maksimal. Target dari pematangan itu untuk pengembangan sekaligus peningkatan pelayanan publik disegala sektor, sesuai dengan visi misi Cianjur yang lebih maju dan agamis sesuai yang diharapkan.

Diutarakan Camat Campaka, Moch Fatah Rizal, pihaknya akan mendukung penuh mengenai rencana pemindahan pusat pemerintahan Pemkab Cianjur. Hingga nantinya, kantor pemerintah akan dibuat menjadi satu komplek, dan komunikasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terjalin baik.

“Seperti diketahui, memanfaatkan hutan lindung di Gunung Geulis terkonsep untuk wisata dan akan dibagi-bagi peruntukannya sesuai dengan prioritas pembangunan yang dicanangkan ke depan secara bertahap bisa terwujud,” jelasnya.

Sementara informasi yang disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Cidadap, Budiman, Lahan yang mencapai 41 hektar, saat ini sudah memulai proses tahapan perataan jalan masuk dan pengerjaan perataan sudah berlangsung sekitar empat bulan yang lalu.

“Secara pribadi, selakigus mewakili warga tentu sangat mendukung. Mudah – mudahan dengan pindahnya pusat pemerintahan kabupaten kesini, semua jenis pelayanan akan lebih dekat atau terjangkau,” ungkap Budiman.

Dalam pengamatan Budiman, kerja tim OPD dalam pekerjaan ini terkesan masing – masing terpecah di sejumlah lokasi yang menyebabkan komunikasi antar dinas kurang baik,” tuturnya

Sekitar lima kampung, yang terkena relokasi digebernya pemindahan pusat pemerintahan. Diantaranya, Kampung Cimapag, Kampung Cikekep, Kampung Ciwalen, Kampung Karut, dan Kampung Cilandak.

Penempatan 40 kantor dinas dan instansi dalam satu komplek di lahan baru di Kecamatan Campaka yang terpisah beberapa puluh kilometer dari arah selatan pusat kota Cianjur.

“Beradasarkan informasi Pemkab akan memberikan tanah 100 meter ke setiap KK sekaligus serta sertifikat menjadi hak milik. Sementara yang terkena relokasi pembangunan baru dapat kompensasi sekitar 12 KK  sudah rampung dipindah berikut ganti rugi. Kalau secara keseluruhan mencapai sekitar 75 KK, berarti sisanya sekitar 63 KK lagi menyusul,” katanya.

Sedangkan uang pengganti relokasi mulai dari Rp 13 juta hingga Rp 54 juta, dan duit tersebut langsung masuk ke rekening masing-masing warga yang terkena relokasi. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco