Video Sampah Kejutkan Bupati

oleh

Dadang Anggap Ada Muatan Politis Dibalik Video yang Jadi Viral di Medsos

BANDUNG |Harian Waktu – Bupati Bandung Dadang M Naser mengklarifikasi video sampah yang sempat viral di media sosial (medaos), Minggu (4/3) lalu. Dalam video tersebut nampak sampah memenuhi aliran Sungai Cikeruh di Kampung Sapan, Desa Tegaluar, Kecamatan Bojongsoang dan bermuara ke Sungai Citarum.

Dadang menilai, video tersebut bermuatan politis karena ia menduga ada pihak yang tiba-tiba sengaja meng-upload video dengan konten masalah sampah yang dibuang ke Sungai Citarum dan menyudutkan Kabupaten Bandung. Apalagi saat ini video itu menjadi viral di media sosial.

“Terlalu politis seolah sampah (dari Kabupaten Bandung) dibuang semuanya ke Citarum. Kota Bandung juga (sampahnya) dibuang ke Citarum,” kata Dadang kepada wartawan saat menghadiri tabligh akbar Keluarga Besar PGRI Kabupaten Bandung di Balerame Gedong Sabilulungan, Kecamatan Soreang, kemarin.

Disinggung apakah ada rencana meninjau ke lokasi, Dadang merasa dirinya tidak perlu melihat kondisi di lapangan karena ia percaya sepenuhnya kepada jajaran atau intansi terkait. Ia  menyatakan sudah meminta kepada jajaran di bawahnya untuk segera melakukan penanganan.

“Sempat kan beberapa waktu lalu warga di Rancaekek katanya membuang sampah ke aliran sungai. Setelah saya tegur ngga ada, intinya (masalah sampah di sungai) itu politis, Kota Bandung ngga mau disebut-sebut,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusuma, juga angkat bicara mengenai penanganan sampah di aliran sungai yang bermuara ke Citarum itu. Ia pun menanggapi kemunculan video berdurasi 1 menit 42 detik yang diunggah di laman berbagi video YouTube. Dalam video tersebut nampak aliran sungai yang dipenuhi sampah.

“Waktu saya ngobrol tanggal 26 Februari, saya sudah lihat video itu. Kita sudah buat MoU antardaerah, dan gubernur juga sudah merespons bagaimana mengelola itu (sampah),” ujarnya.

Sebelumnya, beredar video yang mana sang narator menyebutkan bahwa sampah tersebut berasal dari Majalaya, Kabupaten Bandung. Kemudian, masih dalam video tersebut, seorang lelaki menunjukkan bahwa jumlah volume sampah tersebut bisa mencapai puluhan ribu kubik.

“Kalau statement di video bisa dimana saja, tinggal diambil sudutnya saja, peristiwanya kapan tidak bisa diketahui, intonasinya begitu sepertinya ada maksud tersendiri,” tuturnya

Asep tak menampik jika masih ada warganya yang masih nakal dengan membuang sampah ke sungai, namun pemkab pun berupaya untuk mengubah perilaku tersebut secara masif dengan gerakan HSPN atau zero waste terkait pengelolaan sampah.

Lebih lanjut program zero waste sendiri termasuk pembangunan TPS organik, bio digester tingkat rumah tangga, kader peduli sampah dan pengembangan bank sampah. “Kita sudah sepakati terutama dengan provinsi untuk merestorasi Citarum, dan pemkab akan melakukan pembersihan di wilayahnya sendiri,” ujarnya.

 

Dewan Akan Kroscek Lapangan

Sementara itu DPRD Kabupaten Bandung akan segera mengecek kebenaran video yang beredar di medsos yang viral mengenai adanya tumpukan sampah di aliran sungai di kawasan Bojongsoang.  Legislatif juga akan meminta klarifikasi pemerintah setempat terkait hal tersebut termasuk upaya penanganan dari limbah yang telah mencemari lingkungan sekitar itu.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Firman B Somantri mengaku kaget saat melihat video yang memperlihatkan tumpukan sampah di salah satu aliran sungai yang diduga berada di Kabupaten Bandung. “Kami mau minta klarifikasi dulu dari instansi terkait. Sampah itu ada dimana sebenarnya. Kalau memang benar sangat disayangkan,” ujar Firman.

Menurut dia, bila melihat video yang telah di upload ke media sosial, aliran sungai tersebut berada didekat saluran irigasi. Sehingga, jika ditelusuri kemungkinan besar limbah dari tumpukan sampah itu akan mengalir ke areal persawahan.

“Jadi bukan ke Citarum, kan itu saluran irigasi pasti ke sawah. Walau pada akhirnya alirannya ke sana (Citarum). Kami perlu kroscek ke lapangan, sekaligus minta laporan dari aparat wilayah,” tutur Firman.

Politisi Partai Golkar itu juga berharap agar permasalahan sampah dialiran sungai ini dapat segera di tangani oleh pemerintah setempat. Karena secara aturan tidak ada alasan yang membolehkan pihak manapun membuang limbah sembarangan apalagi ke aliran sungai. “Saya liat sampah (di video) itu banyak sekali. Sehingga ya jangan dibiarkan sampe mencemari lingkungan,” tutupnya.Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco