Keberhasilan Pendidik Di Sekolah Untuk Siswa-siswinya

oleh

Oleh : Sri Handayani

Belum lama ini, banyak terjadi kenalan remaja, mulai dari pegaulan bebas sampai pembunuhan antarteman. Prilaku manusia dalam hal ini adalah pelajar, kebergantungan dari pihak guru sebagai pembimbing dan juga pentransfer ilmu kepada murid-muridnya. Haruslah memiliki kompetensi yang memadai dalam mengajarkan anak terhadap norma-norma kemanusiaan yang berlaku.

*Guru PAI Sekolah Dasar Negeri di Cianjur.

Meskipun guru adalah orang tua kedua di sekolah. Tetapi perannya sangatlah menunjang untuk keberhasilan peserta didiknya untuk mencapai masa depannya. Lingkungan sekolah adalah lingkungan yang mudah sekali terkontaminasi terhadap pergaulan-pergaulan yang sebenarnya tidak ada di lingkungan rumahnya. Di rumahnya mereka (pelajar) tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan temannya. Dan tidak secara langsung atau secara emosional berbagi pengalaman atau apapun itu. Meski di rumah pun, dewasa ini, ketika seseorang berada di rumah. Tetapi mereka masih bisa berinteraksi dengan teman-temannya, dengan kerabatnya, atau bahkan dengan pacarnya.

Jika kita perhatikan, pelajara zaman sekarang sangat mudah sekali untuk menyerap informasi dari teknologi komunikasi. Tak sedikit juga banyak pelajar yang minder dengan pergaulannya secara luas di sekolahnya. Maka dari itu mereka lebih cenderung berada di rumah.

Keberpengaruhan pelajar yang sering banyak meluangkan waktu di rumah dengan pelajar yang sering bermain dan berkominikasi dengan teman-temannya di luar. Akan sangat berberda sekali karakternya.

Guru di sini memiliki tangggung jawab yang sangat besar untuk memfilterisasi lingkungan-lingkungan yang menunjang terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Selama ini guru hanya memberikan pengajaran yang standar-standar saja. Tanpa ingin membimbing dengan sepenuhnya. Berbagai alasan, mengapa guru tidak seperti orang tua kandung, sebab guru atau pendidik, agak disibukan juga dengan hal-hal administrasi keguruannya secara formal, pelaporan-pelaporan yang secara umum ingin selesai dikerjakan, RPP, SIlabus, Promes, Prota, dan lain sebagainya. Kecenderungan guru akan sangat malas sekali fokus terhadap pembelajaran etika atau karakter peserta didiknya.

Mereka (guru) akan dengan mudah sekali membalikan pandangan tentang kenakalan-kenalan remaja itu diakibatkan sebab kurang tegasnya orang tua dalam mengasuh anaknya. Siswa berada di sekolah itu rata-rata 6-8 jam. Selebihnya berada di rumah. Harusnya oran tua bisa mengarahkan anaknya tentang prilaku yang baik, keopanan, pengetahuan agama, etika, dan lainnya yang menunjang pemahaman anak agar anak bisa lebih memahami tentang bahayanya kenakalan remaja.

Terlepas dari peran orang tua siswa di rumah. Seoran guru pun tidak ingin anak didiknya menjadi seorang yang gagal dalam menjalani kehidupan apalagi gagal menggapai masa depan. Maka dari itu guru pun memiliki peran yang penting, harus bisa menyesuaikan diri di mana guru menjadi seorang guru yang mentransfer ilmu, di mana guru pun harus menjadi orang tua yang dapat membimbing siswanya ke jalan yang baik dan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco