Peran Masyarakat Terhadap Hoax

oleh

Oleh : M. Ridwan

Banyaknya informasi atau berita yang menimbulkan keresahan masyarakat, sehingga terjadinya gejolak sosial sebagai halnya isu sara dan isu lainnya. Fenomena yang terjadi saat ini adalah ramainya berita hoax dan selalu dikaitkan dengan informasi palsu atau bohong, yang mana penulis pernah uraikan di edisi sebelumnya apa itu infomasi, yang sebenarnya hasil dari sebuah proses dan disajikan untuk yang membutuhkannya.

Benar atau tidaknya informasi dilihat dari kualitas informasi yaitu akurat, yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik. Tepat waktu dalam penyajian informasi tidak boleh terlambat karena bila terlambat tidak mempunyai nilai yang baik. Relevan terhadap manfaat dari penerimanya, karena informasi ini bisa memberikan keputusan suatu tindakan individu maupun kelompok untuk melakukannya. Ekonomis, efisien dan dapat dipercaya kebenarannya dan tidak mengada-ada.

Hoax atau Pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu, bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu (https://id.wikipedia.org/wiki/Pemberitaan_palsu).

Dalam al quran tentang hoax dalam surah al ahzab : 60 “Jika orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah tidak berhenti (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar

Di dalam undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ayat 1 pasal 28 Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik” dan ayat 2 pasal 28 “ Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),”

Hoax atau berita palsu tentunya termasuk sebuah informasi, namun didalam proses dengan tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya mendapat reaksi terhadap penerimanya untuk mengambil keputusan dan tindakan lalu mempengaruhi individu, kelompok dan lingkungannya agar benar adanya pemberitaan sehingga terjadi kegaduhan dalam masyarakat.

Jejaring sosial lebih efektif untuk menyebarkan informasi sehingga yang menerimanya terkadang tidak memilah-milah apakah informasi yang diterima benar adanya, atau mungkin Hoax. Peran masyarakat terhadap hoax yang perlu dilakukan adalah tidak mudah untuk mengambil keputusan dan tindakan, apabila tidak terpenuhinya kualitas informasi dan selalu ingat apapun tindakan dari hasil informasi yang menimbulkan fitnah atau pencemaran nama baik bisa dijerat oleh undang-undang ITE.

Share yang terkadang dilakukan oleh pengguna jejaring sosial tanpa dicermati isi dari sebuah berita, mungkin akan menimbulkan ekses yang baik atau bisa lebih buruk. Untuk mengakhiri tulisan ini maka kita harus berpegang pada kebenaran dengan teliti yang mana dalam Al-Quran surah Al Hujarat ayat 6 “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.


*Penulis lahir di Cianjur, kini bergiat sebagai Dosen di Politeknik Kridatama Bandung, lulusan S2 Prodi TKJ, Anggota APTIKOM Idonesia, dan aktivis Karang Taruna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco