Venue PON 2016 Terbengkalai

oleh

SOREANG | Harian Waktu – Belum setahun setelah penyelenggaran PON XIX/2016, sejumlah venue yang berada di Komplek Olahraga si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kondisinya terkesan terbengkalai dan terlupakan.

Padahal September 2016 lalu, Komplek Olahraga si Jalak Harupat jadi panggung para atlet andalan dari seluruh provinsi untuk menjadi yang terbaik di Tanah Air. Tapi hiruk pikuk dan gempita penyelenggaraan PON 2016 seolah tak membekas jika melihat kondisi sarana yang dibangun dengan biaya puluhan miliar rupiah dari bantuan Pemprov Jabar tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, berbagai kerusakan mulai terlihat di komplek olahraga kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung tersebut, terlihat kondisi fisik masing-masing venue tidak dirawat dengan baik.

Kerusakan jalan aspal di komplek olahraga tersebut, terlihat dibeberapa titik. Genangan air hujan terlihat dibeberapa bagian jalan karena berlubang. Tak hanya itu saja, cat di salah satu venue terlihat pudar dan mengelupas.

Ya terlihat bagusnya saat pelaksanaan PON saja, selang dua atau tiga bulan kemudian sudah terlihat ada beberapa bagian yang rusak. Seperti jalan yang aspalnya bolong-bolong, begitu juga jalan beton di dekat kolam renang sekitar dua bulan lalu saya lihat ada yang retak-retak,” tutur kata Ade Rahmat (40), salah seorang warga Kecamatan Kutawaringin

“Sebagai warga tentu heran, masa anggaran puluhan miliar baru beberapa bulan saja sudah rusak lagi. Itu cat gedung juga kok sudah ada yang pudar mengelupas, apa karena mereka (pelaksana proyek pembangunan) beli cat kiloan mungkin ya? ” sambungnya.

Ade melanjutkan, setelah pelaksanaan PON XIX kemarin, komplek olahraga yang digadang-gadang akan dijadikan sport center dan akan dilengkapi dengan wisma atlet tersebut, seolah terbengkalai. Rumput liar dan alang-alang terlihat dimana-mana seolah tak pernah ada perawatan. Rumput liar pun terlihat diluar lapangan sepak bola.

Yah ramenya kalau ada pertandingan sepak bola saja seperti sekarang. Soalnya setelah PON itu sepi dan tak terurus, sebagai masyarakat yang membayar pajak, tentu saya mempertanyakan penggunaan uang rakyat puluhan miliar itu, kok sudah pada rusak lagi. Selain itu kenapa sudah mahal dibikin kok enggak dirawat sebaik mungkin,” ujarnya.

Direktur Center Budget Analysis (CBA) Uchok Skya Khadafi menduga adanya upaya pengurangan, volume pekerjaan. Sehingga, meski usianya belum genap satu tahun, berbagai fasilitas di komplek olahraga tersebut sudah rusak. Kata dia, jika kualitasnya buruk berarti ada dugaan kuat jika pelaksana pengerjaan menggunakan bahan tidak sesuai spesifikasi yang ada dalam kontrak kerja.

“Masa komplek olahraga yang digadang-gadang bertaraf internasional belum setahun sudah pada retak dan jalannya bolong-bolong. Saya mendesak agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan. Itu kan uang rakyat,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Akhmad Johara mengakui jika saat ini terdapat beberapa kerusakan di komplek olahraga si Jalak Harupat.

Namun, kata dia, sampai sejauh ini hanya terjadi kerusakan kecil. Serta masih menjadi tanggungjawab dari pemenang kontrak. Pihaknya juga, telah melakukan komunikasi dengan konsultan pembangunan dan kontraktor pemenang tender. Karena masih dalam masa pemeliharaan, para kontraktor pembangunan akan melakukan perbaikan.

“Seperti pada jalan beton yang retak-retak depan kolam renang itu, sekarang sudah diperbaiki. Kerusakan atau retaknya jalan beton disana karena saat pemasangan tiang pancang untuk kolam renang itu kan menggunakan alat berat yang bobotnya sekitar 150 ton, jadi memang sedikit merusak, tapi sekarang sudah diperbaiki lagi,” ujarnya.

Namun demikian, Akhmad memastikan, dalam waktu dekat ini pihaknya pun akan segera melakukan pemeliharaan terhadap kondisi diluar venue. Termasuk membersihkan rumput liar yang banyak terlihat, seperti di pedestrian dan lainnya. Selain itu, ke depannya juga, pihaknya akan segera melakukan perawatan dan pengelolaan secara menyeluruh terhadap komplek olahraga tersebut.

“Apalagi sekarang musim hujan, rumput liar cepat tumbuh. Tapi nanti akan segera kami bersihkan, Jumat pekan ini akan ada kegiatan bersih-bersih di sana. Tapi intinya tetap berbagai venue disana berfungsi dengan baik dan terus kami lakukan pemerilaharaan, setelah itu baru ke bagian luarnya,” pungkasnya.Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco