Aliansi MAT PECI Demo Hotel Bintang 3 Pertanyakan Ijin

oleh

 

CIANJUR │ Harian Waktu – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Cianjur (Aliansi MAT PECI) menggeruduk komplek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Mereka menanyakan soal perijinan Hotel Berbintang 3 yang terletak di Jalan KH. Abdullah bin Nuh RT 03 RW 08 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur. Padahal yang mereka tahu, ijin sebelumnya bangunan tersebut untuk Rumah Sakit Swasta, namun kini tiba-tiba berubah menjadi hotel.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Sodik, mengungkapkan ijin awal yang diajukan adalah untuk Rumah Sakit Swasta. Tapi pada tahun 2015 ijinnya berubah menjadi untuk Hotel Bintang 3. “Disini kami mengendus adanya kecurangan dalam pembayaran ijin dan pajaknya dikemudian hari,” teriak Sodik keras – keras.

Para pendemo meminta Pemkab Cianjur menindak tegas dan menghentikan pembangunannya serta jangan diberi ijin operasional. Hotel tersebut disinyallir milik salah satu petinggi sebuah partai besar di negara ini. “Jangan mentang-mentang yang punya hotel pejabat partai besar sehingga bisa berbuat seenaknya,” tegasnya.

Sodik juga menyatakan keluhan warga masyarakat yang menghendaki adanya konfensasi dari pengelola hotel mengenai penggunaan air bawah tanah yang dipakai untuk kebutuhan hotel. “Ini sangat merugikan, kawan – kawan. Karena yang mereka sedot adalah air permukaan yang biasa dipakai masyarakat untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Jangankan jadi hotel, teriaknya lagi, saat masih berijin Rumah Sakit, pihak pengelola begitu sulit untuk menerima masyarakat sekitar diakomodir sebagai karyawan. Itulah alasannya kenapa hotel tersebut harus kita tolak keberadaannya.

Senada dengan Sodik, salah seorang pendemo lainnya Galih menghendaki adanya kepastian hukum dari pihak Pemkab Cianjur untuk menolak segala perijinan lanjutan yang diajukan oleh pihak pengelola hotel sebelum selesainya segala urusan dengan masyarakat sekitar.

Dirinya memastikan, bahwa masyarakat di RT 03 RW 08 Kelurahan Pamoyanan tidak anti dengan pembangunan. Apakah itu Rumah Sakit ataupun Hotel Berbintang 3. Tapi tatkala pembangunan yang dilaksanakan menafikan keberadaan dan kebutuhan masyarakat sekitar sudah seharusnya pembangunan tersebut ditolak dan diusir keberadaannya.

Sementara itu menyikapi tuntutan Aliansi MAT’PECI, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman menyatakan dukungannya agar peralihan ijin dari Rumah Sakit menjadi Hotel Berbintang 3 ditunda dulu. Wabup menjelaskan perihal dukungannya tersebut karena sesuai dengan cita – cita Cianjur yang menggalakan pembangunan dengan disertai wawasan lingkungan.

Apalagi soal air bawah tanah, lanjutnya, kita harus mencegah, kasihan anak cucu kita kelak akan menderita karena cadangan air sebagai sumber kehidupan sudah habis hanya untuk memenuhi kebutuhan industri saja. “Bila mau silahkan pihak pengelola pakai air dari PDAM. Jangan mengambil hak hidup berkelanjutan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Mengenai rekrutmen Masyarakat setempat, Wabup juga menyatakan adalah sebuah kewajiban dari industri mana pun yang bergerak disektor bisnis apapun untuk mengakomodirnya. “Tentunya disesuaikan dengan kemampuan dari masyarakat juga, misalnya, lulusan SD masa maunya kerja bagian direksi,” ucapnya sedikit bercanda.

Sedangkan Kepala Dinas Investasi dan Perijinan Kabupaten Cianjur, Endang menerangkan memang yang datang pada pengajuan awal adalah Ibu berinisial I K. Dengan ijinnya untuk Rumah Sakit. Lalu, pada tangga 27 April 2014 yang bersangkutan datang lagi atas nama perusahaan mengajukan ijin peruntukan yang berbeda pada lokasi yang sama “Asalnya ijin Rumah Sakit jadi ijin sebuah Hotel,” tuturnya.

Sekarang, lanjutnya, bulan April nanti, katanya, akan diadakan pembukaan usaha perhotelannya. Padahal ijin operasionalnya saja belum ada. Yang lebih penting lagi, Ijin gangguan pun belum dikeluarkan. Persoalan selanjutnya adalah ijin operasional tidak akan pernah dikeluarkan manakala ijin gangguan sendiri belum dimiliki.”Apalagi adanya keberatan dari masyarakat. Ini catatan penting bagi kami,” pungkasnya.

Ketika Harian Waktu akan konfirmasi ke pihak pengelola hotel yang beralamat di Jalan Abdullah bin Nuh, seorang Bapak Keamanan menyatakan yang bersangkutan sedang keluar istirahat. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco