Hindari Pencairan JHT Lewat Calo

oleh

 

BANDUNG │ Harian Waktu – BPJS Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat agar tak mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) dengan meminta jasa dari perantara atau calo. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya kasus pembobolan dana JHT di Kota Cimahi.

Kepala Divisi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, para pekerja yang sudah memenuhi kriteria untuk mencairkan dana JHT, dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan untuk mencairkan dana JHT, yang merupakan hak mereka.

“Peserta dapat mencairkan JHT langsung  di 121 Kantor Cabang dan 203 Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, atau lewat Service Point Office (SPO) di bank-bank yang telah menjalin kerja sama dan melalui fitur layanan klaim online yang dapat diakses di alamat www.bpjsketenagakerjaan.go.id,” jelas Utoh.

Dana JHT ini sangat berguna bagi pekerja untuk mengurangi dampak risiko sosial yang mungkin timbul ketika sudah tidak memiliki penghasilan. Namun proses pencairan dana JHT ini kata Utoh, telah jadi sasaran kejahatan dari sekelompok oknum, seperti yang terjadi di Cimahi.

“Berbagai kanal kami sediakan untuk menjamin kemudahan peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam mencairkan dana JHT mereka dengan akses yang baik dan tidak berbelit serta meminimalisir kemungkinan terjadinya fraud,” tambahnya.

Namun di balik berbagai kemudahan ini, kata Utoh, selalu ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kesempatan untuk mengeruk keuntungan pribadi. Seperti kasus yang terjadi di Cimahi menurut Utoh, dilakukan oleh sindikat pemalsuan dokumen dan penipuan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kasus tersebut terungkap setelah pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Cimahi melakukan penelusuran atas klaim fiktif yang terjadi atas nama peserta BPJS Ketenagakerjaan. Empat orang tersangka langsung ditangkap oleh pihak Polres Cimahi karena memiliki keterkaitan dalam kasus penipuan ini.

“Kami sangat mengapresiasi kesigapan Polres Cimahi dalam mengungkap kasus ini berdasarkan Laporan dari KCP Bandung Barat. Tersangka kasus terindikasi berkedok Biro Jasa Pengurusan Klaim JHT, yang digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan data dan dokumen dari peserta. Saat ini kami masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut dari Polres Cimahi,” ujar Utoh.

Utoh menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan tidak mentolerir berbagai bentuk penipuan dan pemalsuan dokumen dan akan langsung melibatkan pihak yang berwajib untuk penelusurannya.

“Sistem yang kami kembangkan telah dapat mendeteksi potensi kecurangan yang mungkin timbul. Kami berharap pelaku penipuan dapat diberikan hukuman yang memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang lagi di daerah manapun di Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya Satreskrim Polres Cimahi mengungkap sindikat pembobol dana JHT melalui BPJS Ketenagakerjaan KCP Kabupaten Bandung Barat. Empat pelaku diamankan jajaran Polres Cimahi.

Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pengunkapan kasus ini dilakukan setelah polisi mendapatkan dua laporan terkait pemalsuan dokumen dan penipuan untuk digunakan sebagai syarat pencairan dana JHT di BPJS Ketenagakerjaan.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap empat orang pelaku atas nama Ira Diningrum, Usep Dadang Haedani, Ruhimat, dan Iman Zaenal Arifin.

“Kita amankan empat pelaku pemalsuan dan penipuan pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan. Empat orang itu punya peran masing-masing dalam melakukan aksinya,” ucap Ade Ary.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco