Jalur Bandung-Cirebon Terputus

oleh

Aher Minta DBM Jabar Bantu PUPR Perbaiki Jalan

SUMEDANG │ Harian Waktu – Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon, Jawa Barat, memasang spanduk imbauan adanya jalan ambles di Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang dan mengarahkan pengguna jalan melalui tol Cipali.

“Kalau kami itu memasang spanduk untuk mengimbau pengendara menuju Bandung yang melalui Sumedang tidak bisa, karena jalan ambles,” jelas Kepala Operasional Satlantas Polres Cirebon, Iptu Suwito di Cirebon, kemarin.

Dia menuturkan untuk saat ini kendaraan roda empat atau lebih yang akan menuju ke Bandung atau yang searah dan melewati jalan yang ambles di Sumedang diarahkan ke tol Cipali. Pihaknya memasang dua spanduk imbauan adanya jalan ambles di perbatasan Cirebon-Majalengka dan di jalan Palimanan yang mengarah ke Majalengka.

“Kami pasang dua spanduk itu menginformasikan kepada masyarakat adanya jalan ambles,” tuturnya.

Sementara itu informasi dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan ada jalan ambles di jalur Kadipaten-Sumedang dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat ke atas. “Sekitar pukul 20. 00 WIB pada hari Senin (6/3) telah terjadi ambles jalan di jalur Kadipaten-Sumedang tepatnya di Desa Cireki Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang,” katanya.

Amblesan jalan kurang lebih sepanjang 75 meter dan kedalaman 1,5 meter dan jalur sementara putus total, hanya bisa dilalui sepeda motor.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan sejak akhir 2016, hujan deras sering mengguyur Jawa Barat dan akhirnya air tidak tertampung seluruhnya di drainase jalan. Air meluap dan merembes ke bawah tanah jalan yang labil, sehingga terjadilah ambles.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah jalan raya di Jawa Barat mengalami ambles, contohnya Jalan Raya Pangandaran, Jalan Raya Maja, Jalan Raya Cikijing, dan terakhir Jalan Raya Bandung-Sumedang-Cirebon. Longsor pun kerap terjadi di kawasan selatan Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, jalan-jalan yang ambles ini disebabkan oleh gerusan air di bawah tanah,” kata Ahmad Heryawan di Gedung Sate.

Heryawan mengatakan selanjutnya akan lebih mengantisipasi aliran air bawah tanah dan saluran drainase supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu upaya yang dilakukan, katanya, dengan membuat saluran-saluran air di bawah jalan dan sekitarnya yang memiliki resapan air bawah tanah.

Jalan Raya Bandung-Sumedang-Cirebon, termasuk yang ambles di Kecamatan Tomo, katanya, berstatus jalan nasional. Pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Jabar untuk membantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaiki jalan tersebut.

Selama ambles dan masa perbaikan, arus lalu lintas dari Bandung menuju Cirebon atau sebaliknya yang melalui Jalan Bandung-Sumedang-Cirebon, dialihkan. Bus besar dari Bandung menuju Cirebon dan sebaliknya sementara masih bisa dialihkan ke rute Bandung-Subang-Cijelag- Kadipaten-Cirebon atau melalui Tol Cipali. Sedangkan, bus atau kendaraan lebih kecil dapat melalui jalur Wado.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco