Dinkes Terjunkan Puluhan Dokter

oleh

Meski Sudah Surut, Mayoritas Warga Masih Bertahan di Pengungsian

BANDUNG │ Harian Waktu – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah menyiapkan dokter khusus untuk memberikan pelayanan kepada para korban banjir di Kecamatan Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Puluhan dokter dan tenaga medis tersebut akan bertugas dan disebar ke sejumlah puskesmas yang dekat dengan wilayah pengungsian warga korban banjir. Dinkes memastikan sarana dan prasarana dari pelayanan kesehatan ini gratis bagi warga korban banjir.

“Ada dokter khusus yang diterjunkan di masing-masing puskesmas. Manakala dokter kelelahan maka dokter yang berada diluar daerah banjir akan disiagakan. Jika banjir terus menerus maka sekitar 20-30 dokter dari puskesmas yang tidak banjir akan disiapkan,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Achmad Kustijadi di Lapangan Binjas Lanud Sulaeman, Kecamatan Margahayu, kemarin.

Achmad menuturkan, selama kejadian bencana banjir berlangsung di tiga kecamatan yang terdampak, pihaknya sudah menyiapkan posko di puskesmas Dayeuhkolot. Dimana, warga korban banjir bisa mengakses fasilitas tersebut selama 24 jam. Serta disiagakan puskesmas keliling untuk mengecek kondisi kesehatan para korban banjir.

Menurutnya, jika terdapat warga korban banjir yang harus dirujuk ke rumah sakit maka Dinkes Kabupaten Bandung akan bertanggung jawab mengurusi. Tidak hanya itu, Achmad yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Bandung menyatakan, Dinkes pun sudah mendirikan posko dapur umum.

Dirinya menambahkan sejauh ini penyakit yang dialami para warga korban banjir di tiga kecamatan yaitu demam, gatal-gatal, maag. stres, pegal. Untuk itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, tenaga medis dan ambulan. Sementara itu, jika terdapat bantuan lainnya maka akan segera disalurkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Terpisah Kantor SAR Bandung menyatakan, hingga kemarin siang, ketinggian air banjir di Kecamatan Baleendah mencapai 10-180 cm, Kecamatan Dayeuhkolot 10-150 cm dan Kecamatan Bojongsoang 20-90 cm.

Sementara itu, jumlah warga korban banjir yang mengungsi berada di Gedung Inkanas sebanyak 76 KK, 304 jiwa, 33 Lansia, 22 Balita, 2 Bumil, 11 ibu menyusui, GOR Baleendah 56 KK, 188 jiwa, 20 Balita, 15 Lansia, 1 Bumil, 2 Orang sakit, Masjid Unilon 3 KK, 11 jiwa.

Selain itu di SKB 44 KK, 150 jiwa, 14 Balita, 16 lansia, 2 Orang sakit. YKPA 5 KK, 17 jiwa, 3 Balita. Pom Cikarees 11 KK, 36 jiwa, 4 Lansia, 2 Balita. Shelter Parunghalang 32 KK, 135 jiwa, 12 Lansia, 14 Balita, 3 Bumil, 8 Ibu menyusui dan Masjid Nurulhuda 54 KK, 204 jiwa, 7 Lansia, 17 Balita, 1 Bumil, 7 Ibu menyusui, 3 Orang sakit.

Sedangkan di Kecamatan Dayeuhkolot berada di Masjid Al-Mustofa 16 kk, 49 jiwa, 4 lansia, 4 balita. Masjid As-Shopia 54 kk, 182 jiwa, 9 lansia, 19 balita. Masjid Baitul Haq 13 kk, 33 jiwa. Tenda depan metro 5 kk, 18 jiwa, 2 lansia, 1 balita. Masjid Nurul Falah 28 kk, 82 jiwa, 11 lansia, 7 balita, 1 ibu menyusui. Aula ds. Dayeuh Kolot 17 kk, 57 jiwa, 6 lansia, 6 balita, 1 ibu hamil. Masjid Argadinata 5 kk, 17 jiwa, 2 lansia, 1 balita, 1 ibu menyusui.

Koramil 21 kk, 75 jiwa, 3 lansia, 13 balita. Masjid Al Barokah RW 9 1 KK, 5 jiwa, 1 balita. Aula Kecamatan 19 KK, 63 jiwa, 5 Lansia, 7 Balita, 1 Bumil dan Madrasah RW 9 15 KK, 54 jiwa. Di Kecamatan Bojongsoang berada di Gd. Tanggo 63 KK, 350 jiwa, 16 Lansia, 16 Balita, 2 Bumil.

“Total jumlah pengungsi di tiga kecamatan, 538 KK/2030 jiwa, 145 Lansia, 167 Balita,  13 Bumil, 31 Ibu menyusui, 5 orang sakit,” ujar Humas SAR Bandung Andika Zein. Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco