DPC Partai Demokrat Cianjur Melawan SBY, Musancab Diduga Cacat Hukum

oleh

CIANJUR │ Harian Waktu – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) II yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, di Gedung Olahraga (GOR) Cibeber, Desa Cibeber, sejak Rabu dan Kamis (8-9/3), menuai protes dari sejumlah kader Partai Demokrat lainnya. Diduga, Musancab tersebut cacat hukum kerena menyalahi instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono.

Musancab II di Cibeber itu adalah kegiatan ilegal. Dan hasilnya pun cacat hukum kerena menyalahi instruksi DPP. “DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur ini mau dibawa kemana ? Kok berani – beraninya melawan instruksi SBY,” kata Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Jevernando, salah satu kader yang protes.

Menurut dia, jika organisasi dipegang oleh orang yang tidak paham tentang berorganisasi dengan baik dan benar, maka akan seperti ini. Dia menyayangkan, kebesaran Partai Demokrat  di Cianjur harus hancur oleh mereka yang demi ambisi pribadi lalu melangkahi aturan yang buat DPP.

“Yang harus dipahami itu adalah dengan alasan apapun, bila tanpa seizin dari Ketua DPP Partai Demokrat, perubahan struktur kepemimpinan baik di DPC, PAC dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota tidak boleh dilakukan, titik,” tegasnya.

Pihaknya menilai, manuver musancab II di GOR Cibeber sebagai langkah mempersiapkan diri dengan menghimpun kekuatan untuk menguasai dan menjadi pemenang pada saat Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) dikemudian hari.

“Kelihatannya mereka melakukan hal itu demi menyisihkan orang – orang yang dianggap bertentangan kepentingan politik serta tidak sepaham dengan mereka,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Cianjur, Gatot Subroto membantah terkait Musancab II di GOR Cibeber, Desa Cibeber, sejak Rabu dan Kamis (8-9/3) cacat hukum dan illegal. Musancab tersebut, kata Gatot, adalah urusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jawa Barat.

“Kalau tidak atas kehadiran dan sambutan dari DPD Jabar, kami juga mungkin membatalkannya, kan ini dari DPD juga hadir dan memberikan sambutan,” katanya.

Selain itu, kata Gatot, terkait jabatan pelaksana tugas (Plt), hal itu hanya untuk Ketua DPC, sedangkan untuk sekretaris adalah jabatan definitif. “Bagi saya persoalan apakah Musancab II ini langkah awal penggalangan kekuatan di Musda atau Muscab, itu bisa saja terjadi, karena Partai Demokrat adalah wadah politik. Saya sendiri melakukannya semata – mata demi kepentingan perivikasi, Titik,” pungkasnya.Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco