Longsor di Cililin, Tiga Rumah Tertimbun, Empat Alami Luka, 161 KK Diungsikan

oleh

BANDUNG BARAT │ Harian Waktu – Ratusan kepala keluarga (KK) harus diungsikan setelah longsor terjadi di Kampung Jati Radio RT 02 RW 12 Desa/Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (10/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun empat orang mengalami luka-luka dan setidaknya tiga rumah tertimbun material longsor.

Kapolsek Cililin Dedy T. Sutarya menjelaskan, longsor terjadi pada Jumat (10/3) malam sekitar pukul 20.30 WIB setelah hujan deras mengguyur Kampung Jati Radio. Longsor menimpa tiga rumah milik warga. Empat orang yang berada di rumah tersebut mengalami luka-luka.

Mereka adalah Asep Suparmin (45) dan Cecep Rahmat (24) mengalami luka di bagian kaki, kepala dan tangan. Keduanya dirawat di Puskesmas Cililin. Sementara dua orang lainnya mengalami luka ringan, Dikdik Sodikin (45) dan Heru Ali Hasini (25). Keduanya  mengalami lecet di tangan dan kepala.

Dedy mengatakan, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bukan tak mungkin bakal lebih parah. Pihaknya bersama jajaran petugas lainya baik dari kecamatan, desa, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB telah mengungsikan ratusan warga yang sebagian besar ditampung di Pesantren Alhuda yang terletak di Kampung Radio RT 04 RW 01 Desa/Kecamatan Cililin.

Sementara itu Camat Cililin Zaeni Dahlan memastikan, warga yang terancam longsor susulan di Kampung Jati Radio terdiri atas 161 keluarga, yang berasal dari tiga RT di RW 12. “Untuk sementara, warga diungsikan ke sejumlah sekolah/madrasah di sekitar Kampung Jati Radio serta ke rumah tetangga atau keluarga,” paparnya, kemarin.

Sebelumnya, ketika longsor terjadi BPBD KBB menyebutkan bahwa warga di RW 12 yang terancam longsor berjumlah 123 keluarga. Data itu kemudian berubah menjadi 151 keluarga, karena data keluarga di satu RT belum dimasukkan.

“Yang betul 161 kepala keluarga, dari RT 2, 3 dan 4. Jumlah jiwanya ada sekitar 300. Kalau korban luka betul, ada empat orang. Dua orang luka berat dan dua orang lagi luka ringan,” kata Zaeni.

Menurut dia, salah seorang korban luka berat, Asep Suparmin (45) harus dioperasi karena patahan tulang rusuknya hampir mengenai ulu hati. Akan tetapi, pihak keluarga belum memutuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Sementara dua orang yang mengalami luka ringan sudah dapat beraktivitas normal.

Sejumlah petugas dari BPBD KBB, Palang Merah Indonesia KBB, Dinas Sosial KBB, Polsek dan Koramil Cililin, serta beberapa organisasi kemasyarakatan berjaga dan siaga di sekitar lokasi longsor untuk membantu warga korban longsor.

Longsor di Kampung Jati Radio, RT 2 RW 12, Desa/Kecamatan Cililin, ini merupakan longsor yang kedua kalinya. Sejumlah warga menilai, longsor tersebut terjadi karena terdapat perubahan jenis tanaman di Gunung Geger Pulus.

“Saya tinggal di sini selama 31 tahun. Dulu itu enggak pernah terjadi longsor seperti ini. Setelah tanaman di lereng gunung diganti, baru terjadi longsor. Setahun atau dua tahun lalu juga di sini terjadi longsor,” kata Herman (36).

Menurut dia, lahan milik perorangan di lereng Gunung Geger Pulus saat ini banyak ditanami pohon albasiah dan jabon atau jati bodas. Dulu, kata dia, di lereng gunung lebih dominan tanaman bambu berukuran besar atau bambu jenis gombong.

“Habis tanamannya diganti, baru terjadi longsor. Tahun 2015 atau 2016 kan pernah ada longsor juga. Cuma waktu itu longsornya kecil, enggak kayak sekarang yang bikin rumah sampai jebol. Pohon yang sekarang ditanam ini masih kecil juga sudah ditebangi. Kalau dulu pohonnya itu besar-besar,” paparnya.Zackay/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco