Sekolah Sambil Berbisnis Belajar Mandiri dan Dapat Untung

oleh

 

CIANJUR │ Harian Waktu – Belakangan ini makin banyak pelajar dan mahasiswa yang sekolah sambil berwirausaha. Alasannya macem-macem, mulai dari yang bener butuh duit, pengen nyalurin jiwa entrepreneur, sampe iseng-iseng ngikutin tren yang ada. Tapi, apa benar bisnis sambil ekolah atau kuliah itu menguntungkan?

Sebenernya menjalankan bisnis sejak sekolah itu banyak banget keuntungannya. Contohnya, kita dapet uang lebih banyak. Meski cuma dikit, tapi lumayanlah buat jajan. Syukur-syukur, kita gak perlu minta uang ke Orang Tua lagi. Terus kita jadi kenal banget sama bidang bisnis. Soalnya kan selama ini kita udah sering baca teori tentang bisnis dibanyak buku, tapi, terlibat langsung dalam bisnis online akan membuat kita lebih berpengalaman.

Setelah kita terjun dalam dunia bisnis, kita pasti ngerasain beberapa skill kita bertambah. Seperti, kita jadi lebih produktif dan belajar manfaatin waktu secara efisien. Selain itu kita juga belajar untuk selalu ningkatin kreativitas, cari solusi di masa sulit dan gimana menghadapi berbagai macam karakter orang.

Saat kita buat bisnis, pasti dong kita butuh banyak kenalan biar usaha kita makin terkenal. Dengan kita menjalani bisnis sejak sekolah, pas lulus kita gampang banget kalo beneran pengen serius di bisnis ini. Selanjutnya, saat kita melihat bisnis kita jadi maju, rasa puasnya tuh tinggi banget. Sense of achievement yang kita rasain bisa ngebuat kita merasa gak ada hal yang mustahil untuk dilakukan dan terdorong untuk terus maju.

Walaupun menguntungkan, menjalani bisnis sambil sekolah juga ada kerugiannya. Kayak… terlalu sibuk kerja bisa bikin kita nggak punya cukup waktu buat ngerjain tugas. Pas di kelaspun, kita jadi nggak konsen sama pelajaran. Dampaknya, prestasi belajar bisa menurun. Atau, buat yang udah kuliah, banyak mahasiswa yang studinya nggak kelar-kelar karena keasyikan bisnis.

Selain itu, urusin bisnis juga banyak menyita waktu banget, jadinya waktu kita berkurang untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Saking sibuknya kerja, kita jadi nggak punya banyak waktu lagi buat sekedar nongkrong bareng temen-temen. Selain itu, berkumpul sama keluarga juga bisa momen langka. Belum lagi kita capek banget ngurusin bisnis kan? Nggak cuma capek badan, tapi juga capek pikiran. Artinya kita gak punya waktu untuk istirahat..

Punya uang sendiri dari hasil bisnis kita emang asyik banget, tapi kalo nggak pinter ngontrol diri, kita malah jadi punya bad spending habit. Nggak jarang entrepreneurs malah berakhir dengan terbelit utang karena uang yang ada lebih banyak habis buat hiburan dibanding hal-hal yang lebih penting.

Sebelum kita menjadi seorang entrepreneur, kita harus menerima segala resiko dalam bisnis yang dijalani. Soalnya, nggak semua bisnis berujung pada kesuksesan. Banyak yang harus jatuh bangun dulu, bahkan akhirnya terpaksa gulung tikar. Butuh mental yang kuat buat menghadapinya. Dan kalo pahit-pahitnya usaha kita rugi, kita harus siap menanggungnya.

Sebenarnya memupuk jiwa bisnis sejak dini merupakan hal yang baik, namun memang masih harus di bawah pengawasan orang tua sehingga pelajaran di sekolah tidak ketinggalan karena asyiknya berbisnis. Oleh karena itu, tak semua jenis bisnis yang cocok dikelola oleh pelajar, hanya jenis bisnis yang menunjang kegiatan sekolahnyalah yang dinilai sangat tepat untuk dikembangkan. Syamsuri/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco