ASN Wajib Ikuti Pelatihan Minimal 20 Jam

oleh

 

BANDUNG │ Harian Waktu – Pengembangan Sumber Data Aparatur Sipil Negara (ASN) mutlak dilakukan. Hal itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur saat menghadiri Rakor di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), kemarin.

Asman mengatakan, saat ini pihaknya tengah merancang upaya terkait peningkatan kualitas ASN tersebut, salah satunya yaitu dengan mewajibkan ASN mengikuti pelatihan minimal 20 jam per tahunnya.

“Makanya ASN ke depan, saya bilang harus yang betul-betul punya keahlian keterampilan, kalau perlu dia lebih pintar dari rakyatnya. Jadi ibaratnya, dalam setaun ASN perlu ‘masuk bengkel’ minimal 20 jam, jadi ada yang rusak-rusak diperbaiki di situ,” ungkap Asman Abnur di kantorBPSDM Jabar, Jalan Windu, Kota Bandung, kemarin.

Karena itu Asman menekankan, ke depannya setiap ASN harus memiliki keahlian atau keterampilan sesuai bidang dan wilayah kerja yang ditekuninya. Selain itu, lanjut Asman, para ASN juga harus merubah pola pikirnya dari mindset ‘penguasa’ menjadi ‘pelayanan’ bagi masyarakat.

“Masyarakat sekarang itu menuntut ASN yang melayani, sehingga tidak ada lagi model birokrasi yang priayi. Mari kita ubah menjadi ASN yang berjiwa hospitality,” kata Asman.

Asman yakin, dengan sistem pendidikan yang teratur itulah, akan menghadirkan aparatur yang lebih profesional lagi. “BPSDM kunci keberhasilan ASN kita tingkatkan terus perannya. Badan ini tempat memperbaiki arah dan kualitas ASN kedepan. Polanya harus kita rubah, kita balik, (pejabat) jangan dilantik dulu, tapi dididik dulu,” pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, bahwa reformasi birokrasi sebagai upaya melakukan pembaharuan aspek ketatalaksanaan, dan sumber daya manusia aparatur, menuntut terwujudnya Pemerintahan yang efektif dan efisien.

Karenanya sebagai konsekuensi logis, para ASN dituntut memiliki kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan Pemerintahan pada bidang dimana Ia bekerja. “Pengembangan dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, job training, seminar, lokakarya,” katanya.

Lewat berbagai upaya tersebut, diharapkan akan hadir ASN yang kapabel yang memiliki  Kompetensi managerial seperti pengetahuan ketrampilan, sikap, atau prilaku yang terukur dalam memimpin dan mengelola unit organisasi.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco