BISNIS Sayuran Dan Buah Cianjur Tembus Pasar Luar Negri

oleh

 

PACET │ Harian Waktu  – Peluang ekspor sayur dan buah dari petani Cianjur kini sangat terbuka lebar untuk pasar luar negeri. Asia Timur merupakan pasar potensial sudah melirik hasil sayuran dan buah-buahan asal Cianjur.

Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur U. Supriatna Hasan menerangkan bahwa saat ini ada beberapa komoditas unggulan asal Cianjur Utara yang sudah dieskpor keluar negeri yakni jamur dari Desa Mangunkerta dan asparagus dari Sukaresmi, Pacet, dan Cipanas atas permintaan dari Negara Jepang.

Menurut U. Supriatna Hasan yang biasa dipanggil Abah Hasan, tentu saja sayur mayur andalan kita juga dikirim ke kota besar di dalam negeri seperti Jakarta, Bekasi, dan daerah lainnya. Sedangkan sayuran yang dikirim keluar negeri jumlahnya masih belum begitu besar, namun ini merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh petani.

Abah Hasan menerangkan, tidak hanya sayuran saja yang diminati, jenis buah – buahan juga kini sudah di ekspor seperti pisang asal Cugenang yang sudah dikirim ke Taiwan, Korea, dan Singapura.

“Mereka menyukai sayur mayur dan buah – buahan asal Cianjur karena kualitasnya tidak kalah oleh negara lain dan harganya pun bisa bersaing,” jelasnya.

Dulu lanjutnya, wisatawan dan restoran yang menyajikan masakan khas  luar negeri kerap membawa langsung sayuran dari negri luar. Sekarang ini Cianjur pun mampu menghasilkan sayuran dengan kualitas baik.

“Sayuran asal luar negeri lainnya kini bisa dihasilkan di Cianjur seperti wilayah Cianjur Utara dan Cianjur Selatan itu antara lain Mentimun Jepang, Bayam Korea dan yang lainnya pun ternyata bisa kita tanam dan kembangkan,” jelasnya.

Tanaman hortikultura sebenarnya sudah surplus, faktor cuaca yang terkadang mempengaruhi kuantitas sayur mayur yang dihasilkan dengan curah hujan berlangsung lama.

“Makanya mulai bulan November nanti kami jadikan bukan jadwal tanam agar petani bisa menghasilkan panen dengan kualitas dan kuantitas yang baik sesuai kebutuhan pangsa pasar,” ucapnya.

Di wilayah Cianjur, masih menurut Bahasa Hasan, terdapat 7.000 hektar pengembangan hortikultura. Tentunya dengan berbagai program Bupati Cianjur sekarang ini, pengembangannya akan maksimal.

“Kerjasama dengan Jepang adalah salah satu cara untuk menata aneka jenis hortikultura. Baik tata niaga hingga pangsa pasar akan kami tangani bersama sehingga semua hambatan bisa diatasi,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco