Cuaca Buruk Nelayan Tidak Melaut, Harga Ikan Malah Murah

oleh

CIDAUN │ Harian Waktu – Sudah hampir seminggu, nelayan di pantai Jayanti tidak pergi melaut lantaran cuaca buruk. Akibatnya ratusan perahu dibiarkan bersandar dan ditambatkan disepanjang dermaga.

Cuaca yang tidak bersahabat tersebut, membuat ratusan nelayan di Jayanti ini tak memiliki pemasukan tetap. Akibatnya, selama perahu tersebut disandarkan para nelayan menggunakan waktunya memperbaiki jaring atau perahunya masing-masing.

Imin (38) salah satu nelayan di pantai Jayanti ini mengaku hasil tangkapan ikan berkurang akibat cuaca buruk. Sudah hampir satu minggu ini tangkapan ikan di laut tidak maksimal, karena cuaca yang kurang baik. Ombak dilaut kecil dan airnya tenang, ikan-ikan jadi sulit didapatkan. Makanya nelayan disini memilih menyandarkan perahunya.

Menurutnya, jika kondisi laut bersahabat kebanyakan tiap nelayan mampu mendapatkan ikan sebanyak 1 hingga 3 kwintal dalam satu hari satu malam. Namun, dengan kondisi saat ini tangkapan ikan menjadi sulit. “Setiap kali berangkat hanya mendapatkan 20- 30 Kg saja,” ujarnya.

Hal senada juga dikeluhkan Ujang (47) nelayan pantai Jayanti ini mengungkapkan lantaran cuaca yang tidak menentu rata-rata perahu milik para nelayan bersandar di sepanjang dermaga.

Jika dipaksakan melaut justru hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Tak hanya itu, nelayan siap-siap merugi. Hasil tangkapan tidak seimbang dengan pengeluaran yang dilakukan seperti biaya bahan bakar mesin dan kebutuhan lainnya selama melaut.

“Belum lagi cuaca ditengah laut yang tidak bisa diprediksi nelayan tradisional. Sebab kadang ada angin kencang dan ombak tinggi, namun saat ini ombak laut kecil sehingga ikannya sulit didapatkan,” tuturnya.

Ia menambahkan untuk sekali pergi melaut satu perahu kecil membutuhkan biaya paling tidak Rp 700 ribu guna keperluan membeli solar dan makanan. Jumlah tersebut kerap tidak sesuai dengan hasil tangkapan ikan yang didapat.

“Belum lagi, saat dilelang hanya mendapatkan uang 200 ribu saja. Paling pulang itu, saya hanya bawa uang Rp. 20 ribu, jadi sangat minim,” imbuhnya.

Biasanya hasil ikan tangkapan nelayan Jayanti adalah ikan Layur dan Tongkol. Harga kedua jenis tersebut juga lagiu murah hanya Rp 20 ribu perkilogram. Padahal biasanya harganya mencapai Rp. 30 perkilogram.

Selain cuaca buruk, untuk saat ini juga sedang jarang ada ikan yang bisa ditangkap karena sedang terang bulan. Nelayan meyakini jika terang bulan maka susah mendapatkan ikan. Aulia Jatnika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco