Gemerlap Siswi-siswi Cianjur Meriahkan Hut Kodam III Siliwangi

oleh

CIANJUR│ Harian Waktu – Lenggang-lenggok panari Merak, menyisir jalan aspal di Jalan  Asia Afrika, Bandung, baru baru ini. Dengan kostum warna-warni membuat indah setiap gerakkan, ditambah gemulainya badan dan kepala dalam gerakkan dengan jari lentik menebar sayap. Keindahan sangat terasa begitu lampu sorot menembak  para penari Merak.

Salah satu perwakilan penari Merak yang menyemarakkan parade atau karnaval di Car Free Nigth dalam rangka Hut Kodam III Siliwangi, datang dari Kabupaten Cianjur. Mereka anggota komunitas dari Perempuan  Inspiratif  Indonesia & Origional Rekor Indonesia, sanggar Tri Anggraeni, asuhan Fitri Nurfaida.

“Senang bisa ikut parade Tari Merak. Sekalian ikut melestarikan budaya Sunda,” kata Teh Upit, begitu panggilan akrab Fitri  Nurfaida, kepada Harian Waktu, kemarin.

Sedangkan para penari perwakilan Kabupaten Cianjur, Teh Upit mengungkapkan, semuanya berisi anak sekolah, mulai dari SD Negeri 1 Ibu Zenab, SMP Negeri 1 Cianjur, serta SMA Negeri 1 Cilaku.  “Semuanya 9 penari Merak dari Perwakilan Cianjur, dan semuanya tercatat sebagai siswa sekolah,” tegasnya.

Para penari tampil cantik mengenakan kostum merak. Peserta terbagi dua, ada yang bergerak mulai dari gedung Kantor Pos di Alun-alun, sedangkan rombongan lainnya bergerak dari Hotel Savoy Homan. Kedua rombongan kemudian bertemu di tengah, tepatnya di depan Gedung Merdeka, jalan Asia Afrika, Bandung.

Tak cuma parade, para penari juga menarikan gerakan Tari Merak. Sayap warna-warni dikembangkan, kepala mengangguk-angguk. Cantik dan sangat indah.

Teh Upit mengaku,  untuk ikut parade ini, persiapan kami seminggu dan nginap di sanggar supaya jam 5.00 subuh sudah berangkat bersama-sama peserta lain ke jalan Asia Afrika.

Sejumlah tamu undangan merasa terhibur dengan penampilan penari Merak ini, sehingga tamu yang datang seperti, Menteri Sosial, Khofifah Indraparawangsa, Ibu Neti Heriawan, serta parade ini juga dihadiri Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Kendalanya hanya satu, mereka tidak begitu konsen karena digelar pada malam hari, dan terlalu banyaknya peserta,” pungkas Teh Upit sembari tersenyum. Shamsuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco