Sungai Cimande Meluap, Rancaekek Terendam

oleh
Deep flood

 

BANDUNG │ Harian Waktu  – Tingginya intensitas hujan di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Cimande meluap dan merendam empat kampung di Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Deep flood

Pantauan di lapangan kemarin, ketinggian air yang merendam empat kampung di Desa Linggar mencapai 10 cm hingga 50 cm. Bahkan luapan air sempat menganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut, tepatnya di kawasan Pabrik Kahatex.

Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh A Andre Wira Kurniawan melalui Danramil 0902/Rancaekek Kapten Inf Ujang mengungkapkan jalur Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut begitupun sebaliknya sudah dilalui. Namun demikian akibat tergenang banjir, kendaraan yang melewati jalur nasional tersebut terjebak macet karena adanya genangan air sepanjang 200 meter.

Sementara itu permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10 cm dan 50 cm. Di antaranya di Kampung Warung Cina RT 02/03, Kampung Depok RT 01-03 RW 03, Kampung Jambu Letik RT 02-03-04 RW 07 dan Kampung Cihonje/Cikijinh RT 01/10. Untuk kerugian materil sendiri belum ditaksir.

“Kami mengimbau kepada warga yang tergenangi air apabila ketinggian air semakin tinggi agar menggungsi ketempat yang lebih aman,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan pihaknya menetapkan siaga satu untuk membantu masyarakat apabila membutuhkan pertolongan. Saat ini posko yang didirikan untuk sementara dipusatkan di Balai Desa Linggar.

Menurutnya, sejak pukul 22.30 WIB pada Sabtu (11/3), pihak PT Kahatex sudah melakukan penyedotan dengan mengunakan mesin untuk mengatasi genangan air di jalan raya Bandung-Garut. Langkah itu dilakukan agar kendaraan dapat melintas.

“Penyedotan dilakukan untuk mempercepat proses penyurutan air di Jalan raya Rancaekek karena gorong-gorong yang berada di pinggir jalan sudah tidak berfungsi,” katanya.

Ujang mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayah Desa Linggar diakibatkan penyempitan Sungai serta tumpukan sampah yang banyak berada di Sungai Cimande mengakibatkan aliran sungai tidak lancar. Selain itu, masyarakat berharap pemerintah memperbaiki gorong-gorong yang berada di sepanjang jalan raya sebab selama ini sudah tidak berfungsi.

Sementara itu Kapolsek Cimanggung Kompol Amin Taufan mengatakan banjir di kawasan industri Kahatex terjadi sejak, Sabtu (11/3) dan hingga kemarin pagi jalan masih terendam banjir.

Ia mengatakan, akibat banjir tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat hingga menimbulkan kemacetan sampai Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. “Arus lalu lintas terganggu hanya dapat dilalui satu jalur,” katanya seperti dilansir Antara, kemarin.

Ia menuturkan, banjir di jalan nasional Bandung-Garut itu terjadi di KM 23-24 di kawasan industri Kahatex dan Dwipapuri dengan ketinggian air kurang lebih 30 sampai 60 sentimeter. Kepolisian, lanjut dia, telah melakukan upaya pengaturan arus kendaraan, termasuk membantu kendaraan yang mengalami mogok saat melintasi banjir.

Selain itu kepolisian telah berkoordinasi dengan operator penyedot air dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Barat untuk membuang genangan air di badan jalan. “Upaya sedang dilakukan menghubungi operator zetpum dari Dinas Pengairan Provinsi Jabar untuk mengaktifkan alat penyedot,” paparnya. Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco