Terduga Teror Itu Mengaku Penjual Susu

oleh

 

BANDUNG │ Harian Waktu – Tim gabungan Densus 88 Anti Teror dan Polda Jabar menggeledah dua lokasi rumah terduga jaringan teroris di Bandung, kemarin. Kedua lokasi tersebut jadi tempat tinggal dua orang terduga teror peledakan bom panci di sekitar Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin (27/2) lalu.

Rumah pertama yang digeledah adalah tempat tinggal Soleh Abdurahman yang terletak di Jalan Jamika, Gang Bahpian, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Lokasi kedua adalah kontrakan di Jalan Kebon Gedang, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Di lokasi tersebut diketahui merupakan kontrakan Agus Sujatno, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror awal pekan lalu.

Sejumlah warga yang

“Hasil (penggeledahan) dari rumah S, kita menemukan serbuk-serbuk bahan pembuat bom, senapan angin dan tiga buah HP. Sasarannya Mapolda Jabar,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, kemarin.

Tim gabungan yang melakukan penggeledahan ini terdiri dari Densus 88 Anti Teror, Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Jabar, Sat Brimob, serta jajaran Polrestabes Bandung. Total personel yang diterjunkan mencapai 200 orang.

Penggeledahan ini bermula dari pemeriksaan Cucu, istri dari almarhum Yayat yang meninggal saat berjibaku dengan polisi di Kantor Kelurahan Arjuna. Sebelumnya, Yayat sempat meledakkan sebuah bom panci yang menyebarkan paku di Taman Pandawa.

Yayat dan Cucu diketahui datang ke Bandung, sekitar satu pekan sebelum peledakan. Mereka mencari kontrakan dan usaha baru. Keduanya datang terpisah, Yayat menggunakan sepeda motor sementara Cucu memakai bus.

Yusri mengungkapkan, keduanya sepakat bertemu di rumah adik kandung Cucu. Dari sana Yayat bakal menjemput Cucu untuk mencari kontrakan. Yayat juga, kata Yusri, menitip pesan apabila dirinya tidak kembali maka dia mempersilahkan istrinya meminta bantuan SA (Soleh) untuk mencari kontrakan. Dia juga menitipkan uang Rp800.000 kepada Cucu untuk modal usaha dan makan dua anaknya.

Karena tidak kunjung datang, Cucu menjalankan amanat Yayat. “Cucu mengetahui bahwa Yayat yang menjadi pelaku bom panci setelah berada di rumah SA,” terang Yusri.

Setelah melakukan penggeledahan di rumah Soleh di Gang Bahpian. Tim gabungan kepolisian kemudian melakukan penggedeledahan di kontrakan Agus Sujatno yang terletak di Jalan Kebon Gedang.

Menurut warga setempat, Ujang Mahmud, terduga teroris Agus Sujatno tidak menunjukan perilaku mencurigakan. Terlebih saat dia merakit bom. “Ya terakhir ketemu saya itu waktu pas dia ke sini, pakai motor lewat ke sana,” ungkapnya.

Ujang menyebutkan Agus mengaku mengontrak di rumah tersebut, dengan alasan memiliki proyek pengerjaan listrik. Tetapi, kata Ujang, dalam ruang kontrakannya itu tidak ditemukan barang elektronik saat barang-barang milik Agus dipindahkan oleh pemilik kontrakan ke kamar lantai dua karena sudah lama ditinggalkan dan ada penghuni baru.

Agus diduga berperan sebagai perakit bom karena keahliannya di bidang elektro. “Hanya ada kardus yang berisi secarik surat lamaran pekerjaan dengan nama Andri,” papar Ujang.

Sementara itu Kapolsek Batununggal Iptu Jayasman membenarkan, adanya penangkapan dan penggeledahan di rumah kontrakan terduga teroris tersebut. Agus pun diketahui mengontrak di dua lokasi berbeda yang jaraknya tak terlalu jauh.

“Satu di RT 01 rumah kontrakan dan satu lagi di RT 03 diduga sebagai tempat merakit bom di RW yang sama. Dia mengangku di RT 01 mengaku bernama Agus dan RT 03 Andri,” paparnya. Jayasman menambahkan, barang bukti yang disita di dua lokasi itu adalah mug listrik, pakaian, buku jihad dan karpet.

Sebelumnya Yayat Cahdiyat melancarkan aksi teror pada Senin pagi 27 Februari 2017 di Taman Pandawa, Kota Bandung, dengan meledakan bom panci. Dia sempat kabur masuk ke kantor Kelurahan Arjuna, dan menyebut mencari Densus 88 Anti Teror Polri serta meminta rekannya dibebaskan.

Sepak terjang pelaku bom Bandung dalam dunia teror telah tercatat sejak 2010. Ketika itu, Yayat turut dalam pelatihan aksi teror di Aceh yang juga melibatkan Dulmatin dan Abu Bakar Baasyir. Yayat berperan menyiapkan logistik teror di Aceh pada 2009-2010, yakni menyiapkan senjata api dan peluru yang diperoleh dari Bandung.Zacky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco