Gus Mus Ajak Umat Muslim Lebih Cerdas

oleh

 BANDUNG │Harian Waktu – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan ‘Gema Shalawat, Muhasabah, dan Santunan Anak Yatim’ di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jalan Dalem Kaum, Senin (13/3) sore hingga malam. Dalam acara ini LDNU menghadirkan ulama besar KH Ahmad Musthafa Bisri atau akrab disapa Gus Mus.

Sekretaris LDNU Jawa Barat KH Alawi Nurul Alam Albantani mengatakan, acara ini diadakan untuk menjaga Muslim Jawa Barat dari pemahaman Islam yang melenceng. Sehingga, Islam nusantara yang moderat tetap tumbuh untuk menghadirkan Islam yang damai di Indonesia.

“Ini perlu kita sajikan kepada masyarakat. Pertama agar masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat itu tidak terbawa arus pemikiran yang radikal dan ekstrem dalam beragama Islam. Agar warga tetap mempertahankan islam moderat, Islam nusantara,” kata Alawi.

Lewat Muhasabah dan siraman rohani, muslim bisa semakin cerdas membedakan informasi yang bisa diterima dan harus ditolak. Mengingat saat ini persatuan umat Islam rawan terpecah karena simpang siur kabar yang kadang menjerumuskan.

Selain itu acara ini ditujukan sebagai ajang silaturahmi memperkuat ukuwah Islamiyah. Terutama sesama warga NU di Jabar. Ia menyebutkan jamaah yang hadir berasal dari seluruh Jabar. Kebanyakan merupakan kalangan dari pondok pesantren.

Gus Mus dikatakannya sengaja dihadirkan karena warga Bandung rindu akan kehadiran ulama yang dapat memberikan pencerahan rohani. Dengan cara yang santun dan damai. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan.

NU merupakan organisasi Islam yang sudah berdiri sejak 91 tahun lalu dengan menjadi salah satu bagian dalam kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, sebagai organisasi yang mengedepankan rasa nasionalisme dengan nilai-nilai agama yang tetap dijunjungnya dalam menegakan syariat Islam.

Dengan semangat pemersatu bangsa, Wali Kota Ridwan Kamil mengatakan NU menjadi Organisasi Islam yang sangat membela dan berjuang dalam memerdekaan NKRI pada zaman penjajahan dulu.

“NU menjadi pemersatu bangsa, selain itu, organisasi yang dengan segenap jiwa dan raganya membela Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dari jajahan Belanda dan Jepang. Pada zaman dahulu NU berdiri terdepan dalam melawan penjajah,” tuturnya.

Emil bercerita, ia dilahirkan dari keluarga yang memegang teguh majhab Nahdiyin, karena Almarhum kakek dari Emil sendiri merupakan pendiri pesantren NU pada abad ke-20 di Kota Subang, yakni Pesantren Pageularan.

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut Gus Mus mengajak kepada semua jamaah yang hadir untuk meminta perlindungan dari Allah SWT dengan mengawali berinstropeksi diri menjadi pribadi yang lebih baik dari segi dunia maupun akhirat.

“Mari kita meminta Perlindungan dari Allah SWT, Karena dengan izinnya kita akan selamat dunia akhirat. Maka dari itu melalui Muhasabah ini kita harus berintrofekai diri, memperbaiki diri supaya kita menjadi pribadi yang lebih baik dihadapan Allah SWT,” ucapnya.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco