Aksi Vandalisme Logo ISIS Di Lapang Prawatasari

oleh

CIANJUR │Harian Waktu – Masyarakat kampung Joglo gempar menyusul adanya temua tiga logo Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) terpangpang dibelakang tribun lapangan Joglo Prawatasari masing – masing ditembok penyangga, tembok utama dan kaca jendela belakang.

Vandalisme logo ISIS tersebut diperkirakan dibuat oleh pelakunya saat malam hari. Karena menurut beberapa orang yang sehari – hari berada di Lapang Joglo Prawatasari kemarinya logo itu tidak ada dan baru hari ini ada.

Beberapa pengelola kios yang berjualan di lapang Joglo, Wiwi (40), Yuli (33) dan ibu Mae (65) mereka merasa kaget dan baru tahu soal keberadaan simbol yang dinyatakan negara sebagai kelompok teroris itu. Wiwi menjelaskan, mereka buka dari pagi sampai pukul 10 malam,” Makanya kami disini cuma dagang dan menjaga kebersihan saja,” katanya yang diamini ibu Mae.

Menurut Yuli kalau malam hari, dilapang Joglo selalu banyak orang bermain atau nongkrong, terkadang ada yang latihan motor, latihan mobil ataupun​ cuma jalan – jalan saja. Kalau sore banyaknya latihan bola. ”Kami para pedagang memang jarang sekali ke area belakang tribun, soalnya bau pesing sangat menyengat, dipake kencing sembarangan. Kalau wartawan tidak menanyakannya, kami juga tidak akan tahu,” ujar Yuli keheranan.

Sedangkan buruh kebersihan di Lapang Joglo Prawasari​ Ujang (53) menjelaskan dirinya pun baru tahu, soal keberadaan simbol ISIS ditempat dirinya bekerja.”Kemarin mah tidak ada,” katanya.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Cianjur Kota, Kompol Iskandar, merespon cepat saat dikomfirmasi adanya aksi pandalisme logo ISIS tersebut. Kapolsek dengan segera memerintahkan bawahannya untuk secepat mungkin mengecek ke lokasi. “Kita akan segera menyeledikinya. Siapa tahu ini cuma kerjaan orang iseng atau orang yang tidak tahu apa yang dia kerjakan,” ujarnya.

Sementara Ketua PC GP ANSOR Kabupaten Cianjur Dedi Suherli menyatakan siap membantu dibelakang pihak Kepolisian dalam menangani merebaknya ideologi yang akan merusak falsafah negara yakni Pancasila.

Kita sudah sepakat dengan bulat bahwa Pancasila sudah final ideology Negara dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Adanya aksi pandalisme yang menerapkan logo ISIS adalah tantangan bagi semua pihak. ”Amanat para Alim Ulama yang menyatakan Pancasila dan NKRI itu harga mati adalah pijakan yang pasti bagi kami,” ungkapnya dengan tegas. Ruslan Ependi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco