Belasan Lulusan SMAN 1 Cibeber Kecewa, Ijazah Hilang. Indikasi Jual Beli Sangat Kuat

oleh

CIANJUR │Harian Waktu –  Sebanyak 14 lulusan SMAN 1 Cibeber dari beragam angkatan mengaku kehilangan ijazahnya di sekolah. Pasalnya mereka yang mengaku kehilangan tersebut memang belum menebus ijazahanya dalam kurun waktu yang cukup lama, lantaran ada kekurangan syarat administrasi. Kini pada saat mereka hendak menebus, ijazah tersebut sudah ga ada alias hilang.


Belasan lulusan itu pun kecewa karena mendapati ijazahanya tak ada di sekolah. Mereka pun mendatangi Kepala Sekolah untuk meminta kejelasan terkait nasibnya tersebut. Sedangkan Kepala Sekolah yang saat ini menjabat H Ai Sri Rahayu, mengaku tak tahu menahu lantaran dirinya baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 1 Cibeber.

Yayan Nugraha (26) warga Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber salah satu dari belasan alumni SMAN 1 Cibeber yang kehilangan ijazahnya mengaku, sejak lulus 2009 lalu ia belum bisa mengambil ijazahnya dikarenakan ia memiliki tunggakan ke sekolah sebsear Rp2,3 juta. Kendati begitu ia tetap membutuhkan ijazah guna keperluannya bekerja setelah lulus sekolah, akhirnya ia pun diberikan sttb sebanyak 10 lembar, serta SKHUN oleh sekolah.

“Dari sana saya bekerja, dan belum menebus ijazah di sekolah hingga 2015. Lalu karena saya pindah pekerjaan di 2015 lalu, di mana perusahaan yang menerima saya pada saat itu memerlukan ijazah saya pun berniat menebus ijazah dengan SKTM, dan saya mendapati ijazah saya hilang,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Cibeber H Ai Sri Rahayu menjelaskan, karena baru sehingga dirinya tak tahu pasti apa penyebab kehilangan 14 ijazah tersebut. Namun meskipun demikian, ia berusaha untuk bertanggungjawab dan mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Dari 14 ijazah yang hilang, alhamdulilah dua sudah ditemukan. Sisanya kini saya masih akan berkoordinasi dengan pengurus lama di sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Kabupaten Cianjur, Tedi mengatakan, kehilangan dokumen penting seperti ijazah di SMAN 1 Cibeber tak semata-mata murni. Melainkan ada indikasi jual beli. Pasalnya menurut Tedi, jika melihat perubahan pola hidup masyarakat Cianjur yang mulai beralih dari sektor agraris ke industri, mengharuskan masyarakat mempunyai ijazah untuk bisa terlibat dan bekerja pada suatu industri.

“Salah satu alumni SMAN 1 Cibeber yang melaporkan kehilangan ijazah tengah kami pantau. Pasalnya kami mengindikasikan adanya praktek jual beli ijazah yang dilakukan oknum,” sebutnya.

Sambung Tedi, penjelasan sekolah terkait hilangnya dokumen penting itu tidak masuk di akal. Ijazah yang mengendap lama dikatakannya, bisa saja dijual oleh oknum kepada seseorang yang membutuhkan guna dipakai sebagai perlengkapan syarat untuk bekerja di sebuah industri.

“Kami akan pantau dan menelusuri hilangnya ijazah tersebut. Karena ini bisa saja terjadi mengingat perubahan pola hidup di masyarakat Kabupaten Cianjur. Kami juga khawatir jika hal ini terbukti dan dibiarkan maka para siswa yang menimba ilmu selama bertahun-tahun akan menjadi sia-sia,” tandasnya. Ismat Nasrulloh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco