Perusahaan Besar Banyak Yang Belum Memiliki Ipal

oleh

CIANJUR │Harian Waktu – Beberapa perusahaan besar yang ada di Cianjur ternyata masih ada yang belum memiliki Inspalasi Pengendalian Limbah (Ipal). Padahal Ipal merupakan keharusan yang harus dimiliki setiap perusahan agar tidak mencemari lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, dalam beberapa waktu terakhir ini melakukan pengawasan terhadap beberapa perusahaan industri besar yang ada di Kabupaten Cianjur terutama yang menggunakan Inspalasi Pengendalian Limbah (Ipal) dan spiteng untuk pengawasan limbah agar tidak tercemar.

Kasie Pengendalian Pencernaan Lingkungan (PPL) DLH Kabupaten Cianjur, Evi Hidayah mengatakan, se-Kabupaten Cianjur kurang dari 10 industri yang menggunakan Ipal. Diantaranya, Fasic, Notes, Ema, Kornesia, Tree Six Word, dan Win-win.

“Dari hasil dilapangan saat ini hanya beberapa yang menggunakan Ipal. Namun, sejauh peninjauan kami untuk limbahnya sendiri belum ada yang terdeteksi mencemari lingkungan. Selain itu, kami telah melakukan sosialisasi terhadap industri, terkait limbah produksi yang harus dikelola dengan baik sesuai dengan aturan yang ada,” ujarya.

Menurutnya, sejauh ini kepedulian dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kabupaten Cianjur sudah menggunakan Ipal. “Jadi kami tidak menghawatirkan limbah dari perusahaan yang ada. Cuma kami akan terus melakukan pengawasan,” ucapnya

Evi menjelaskan, pihaknya memiliki program terhadap pengawasan rencana. Dengan memberikan bantuan Ipal untuk usaha kecil, bisa keperusahaan yang kecil, termasuk juga seperti Home Industri.

“Program tersebut sudah direncanakan DLH Kabupaten Cianjur. Namun, kami masih terkendala anggaran dan modal untuk melakukan program tersebut, jadi untuk saat ini kami melakukannya dengan seadanya dan sebisa mungkin,” jelasnya.

Selain itu, dengan adanya kendala terkait tanah yang nantinya akan dijadikan Ipal. Tentu menjadi pekerjaan rumah pihak DLH dan pihak pemerintah pun tidak akan memberikan bantuan apabila tidak ada sertifikat tanah yang nanti akan dijadikan Ipal.

“Pemerintah tidak akan membantu apabila tanah yang nanti kami gunaka untuk Ipal tidak memiliki sertifikat yang jelas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kabupaten Cianjur, H Andi Aminudin menambahkan, bagi perusahaan yang membandel dan tidak mengikuti aturan pihaknya akan memberikan sangsi.

“Kami akan tegur dengan tulisan kepada pihak perusahaan yang membandel, bila tidak menggubris surat layangan tiga kali. Maka kami akan panggil dan memberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. Ismat Narulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco