Soroja Dikejar Target Terlambat Akibat Cuaca Buruk

oleh

BANDUNG │Harian Waktu – Progres pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang ditargetkan selesai sebelum masa mudik Lebaran, hingga kini baru mencapai 70%. Karena itu Tol Soroja diragukan bisa menjadi salah satu akses yang dapat dimanfaatkan warga untuk mempermudah perjalanan pada arus mudik tahun ini.

Salah satu yang membuat Tol Soroja kemungkinan besar tak akan bisa diujicobakan seperti rencana semula yakni April nanti dan jadi jalur mudik adalah karena kendala kondisi cuaca yang tak mendukung. Tingginya intensitas hujan diklaim menjadi kendala terbesar dalam proses penyelesaian pembangunan.

Direktur Utama PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) Bagus Mesi menjelaskan, proses pengerjaan pembangunan saat ini sudah selesai secara struktur jembatan dan flyover. Sementara yang saat ini tengah dikerjakan adalah penimbunan tanah.

“Proses penimbunan ini juga menyangkut kondisi cuaca. Karena sekarang masih sering diguyur hujan, itu jadi kendala. Karena penimbunan ini harus benar,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di proyek pembangunan Tol Soroja di wilayah Kecamatan Margaasih, kemarin.

Bagus mengatakan, untuk penimbunan ini rata-rata tinggi tanah harus sesuai dengan ketinggian sekitar 4 meter dan memerlukan 3 juta kubik tanah. Oleh karena itu, pengangkutan tanah oleh truk-truk proyek masih berlangsung hingga kini.

“Kami terus ngebut menyelesaikan pembangunan. Tapi karena kondisi cuaca belum mendukung, memang agak sulit. Karena dengan molornya pembangunan pun, tentu pengembang mengalami kerugian,” paparnya

Bagus melanjutkan, ketika proses penimbunan selesai dan cuaca mendukung, penyelesaian pembangunan tol sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu pun bisa tuntas secepatnya.

Meski diragukan bisa dioperasikan sebagai jalur mudik Lebaran, namun Bagus tetap optimistis pihaknya bisa menyelesaikan pembangunan Tol Soroja pada Juni mendatang sehingga tetap bisa digunakan sebagai salah satu jalur mudik di wilayah Kabupaten Bandung.

“Sekarang progresnya mendekati 70%. Kalau timbunan selesai, bisa cepat. Karena untuk pembetonan jalan tergolong tidak akan lama. Sekarang pembetonan baru mencapai 42%. Tapi Insya Allah, kalau cuaca mendukung Juni tahun ini selesai, dan Juli sudah bisa beroperasi,” terangnya.

Selain itu, kata dia, dengan kondisi cuaca yang kini hampir setiap hari diguyur hujan, dinilai cukup rentan pula terhadap keamanan para pekerja di lapangan. “Karena di lapangan itu petir besar dan dikhawatirkan mengancam pekerja. Belum lagi pengangkutan tanah pun kalau saat hujan harus berhenti dulu karena ada penolakan dari warga, dengan alasan becek. Lagi pula, kalau saat hujan tanah pun tidak bisa dipadatkan,” ungkapnya.

Terkait lahan yang belum dibebaskan, lanjut dia, masih ada sekitar 2% lagi di daerah Desa Parungserab, Kecamatan Soreang. “Jadi untuk pembebasan lahan baru 98 persen. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan,” pungkasnya. Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco