Baru 25% SMP Siap Laksanakan UNBK

oleh

BANDUNGHarian Waktu – Dari sekitar 300 SMP, hanya 70 atau 25% di antaranya yang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengaah pertama (SMP) yang akan dilaksanakan April mendatang.

Total pelajar SMP yang akan melaksanakan ujian nasional di Kabupaten Bandung sendiri mencapai sekitar 22.000 orang. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Juhana di sela kegiatan talkshow dengan tema ‘Menjadi Guru Pembelajar dan Penulis Menuju Pendidikan Bermutu’ di Gedung PGRI Kabupaten Bandung di Kecamatan Katapang, kemarin.

“Target awal ingin 50% jumlah siswa bisa melaksanakan UNBK, karena terkendala sarana maka tahun ini baru 25% dari 22.000 siswa SMP,” ungkap Juhana kepada wartawan.

Menurutnya sarana prasana masih menjadi kendala dalam pelaksanaan UNBK di Kabupaten Bandung, tapi hal itu jadi tantangan pihaknya agar tahun ini dapat melakukan pengadaan komputer di tiap sekolah sesuai dengan jumlah siswa. Dengan catatan ada anggarannya dari APBD yang nilainya tentu cukup besar.

Walaupun belum sesuai dengan apa yang ditargetkan, secara umum pelajar SMP di lingkup Disdik Kabupaten Bandung siap untuk mengikuti UN yang akan dilaksanakan April mendatang. “Walau baru 25% pelajar SMP yang bisa mengikuti UNBK karena terkendala sarana komputer, secara umum Kabupaten Bandung siap untuk melaksanakan UNBK,” ujarnya.

Juhana menambahkan, hal itu akan jadi tantangan agar di tahun berikutnya, semua pelajar di kabupaten Bandung bisa mengikuti UNBK.

Sebelumnya Bupati Bandung Dadang M Naser Sedikit berkelakar, dia mengatakan dari semua OPD, bisa dikatakan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan sebagai ‘pemacok’ anggaran mengingat anggaran pendidikan sudah melewati 30% sedangkan anggaran kesehatan sudah melewati 18%.

“Memang Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan itu dinas pemacok anggaran, tapi ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung,” paparnya.

Terkait dengan hal tersebut, Dadang menyatakan, tak berlebihan jika Pemkab Bandung menargetkan IPM 2017 sebesar 71,23 poin, Indeks Kesehatan sebesar 77,13 poin dan Indeks Pendidikan sebesar 86,32 poin.

Ia juga mengingatkan kembali fokus pembangunan lima tahun ke depan yang salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sarana pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan memadai secara kuantitas.

“Untuk mewujudkan percepatan pembangunan bukanlah hal yang mudah sehingga dibutuhkan kerja keras dan sinergi dari semua pemangku kepentingan, bahu membahu untuk membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. Rustandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco