Fakultas Agama Islam Terancam Gulung Tikar

oleh

Cianjur Harian Waktu   Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Suryakancana, tahun ini, tidak akan menerima kembali mahasiswa. Pasalnya dalam Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Nomor 3389 tahun 2013 Tentang penamaan perguruan tinggi, fakultas dan jurusan pada Pendidikan Agama Islam, mengharuskan adanya kesesuaian antara jurusan dan fakultas.

Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Suryakancana, M. Rahmat mengatakan, di universitas ini awalnya jurusan Manajemen Pendidikan Islam ini asalnya Fakultas Agama Islam namun sekarang berubah. Fakultas ini berada  dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Pada dasarnya memang tidak satu rumpun, dan jurusan ini harusnya ada di Fakultas Tarbiyah.

“Seharusnya jurusan MPI  dulu itu tetap ada di Fakultas Agama Islam, dengan perubahan tersebut justru yang mengakibatkan terjadinya rumpun yang berbeda,” ujarnya.

Akhirnya mau tidak mau secara aturan Unsur, kata dia, harus menyesuaikan kembali jurusan tersebut, dan konsekuensinya tahun ini khusus jurusan MPI tidak menerima mahasiswa untuk sementara. “Akibat adanya perbedaan dari aturan pemerintah pusat dengan apa yang telah kita lakukan, maka kita harus menanggung resikonya, dan segala konsekwensi dari aturan tersebut. Termasuk tahun ini tidak menerima mahasiswa baru,” ujarnya.

Rahmat mengatakan , dengan kejadian tersebut maka secara otomatis untuk jurusan MPI harus packing out, atau berbenah kembali melakukan pemindahan jurusan ke fakultas yang sesuai. “Untuk sementara 4 angkatan terakhir akan dituntaskan. Ada wacana juga  akan dipindahkan ke fakultas yang siap menerima sesuai dengan rumpun belajarnya,”kilahnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (Himmapi), Yulia Sikah mengatakan, kami selaku mahasiswa selalu berkarya membuktikan  dan mengaktualisasikan, mahasiswa jurusan PMI itu memang ada. “Maka dari itu saya dan temen-temen ingin menunjukan bahwa kita bisa berkarya,” kata dia.

Selama ini, katanya, keberadaan jurusan pendidikan FAI pun kurang dikenal dan menjadi minoritas. Mahasiswa jurusan tersebut terus berinovasi untuk menunjukan eksistensinya, dengan melakukan beberapa jajak pendapat bersama pihak rektorat agar keberadaannya tetap ada. “Jajak pendapat untuk mempertahankan jurusan ini kami lakukan agar ada kejelasan, karena akan berpengaruh terhadap keberlakuan ijazah,” kata dia.

Yuli mengatakan, ada dua pilihan yang bisa diambil pihak rektorat, mengembalikan jurusan MPI ke Fakultas Agama Islam, atau menutup dengan konsekunsi kerugian terbesar untuk kampus Unsur. “Kami masih mengharapkan jurusan MPI tetap ada dan berjalan,” tegasnya. Ismat Nasrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco