Jabar Mulai Panas

oleh

BANDUNG Harian Waktu  – Suhu politik di Jawa Barat mulai panas jelang Pemilihan Gubernur 2018. Deklarasi dukungan Partai Nasional Demokrat (NasDem) kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju ke Pilgub Jabar 2018 di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegallega, Kota Bandung, kemarin, dinilai menandai dimulainya pertarungan menuju Jabar 1.Pendeklarasian Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar 2018-2023 tertuang dalam Surat Rekomendasi Nomor 020-SI/DPP/Nasde/III/2017 dan surat tersebut diserahkan langsung oleh DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa kepada sosok yang akrab disapa Emil tersebut.

Dalam sambutannya, Saan Mustopa menuturkan deklarasi tersebut momentum bersejarah bagi Partai Nasdem yang menjadikan pilkada sebagai misi utama untuk mencari putra putri terbaik bangsa untuk menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Dan hari ini NasDem telah menemukan putra terbaik dari Jawa Barat untuk menjadi calon gubernurnya,” ujar Saan.

Alasan Partai Nasdem mencari putra terbaik, kata dia, karena pihaknya meyakini bahwa Partai NasDem bisa menghasilkan pemimpin daerah yang baik dan rakyat bisa merasaksan manfaatkan dari kepala daerah tersebut.

Menurut dia, dalam mencari putra putri calon kepala daerah terbaiknya, Partai Nasdem mengedepankan politik tanpa mahar karena ia menyadari politik tanpa mahar bisa menghindari biaya politik yang tinggi.

“Nasdem ingin mengurangi beban politik kepala daerah karena nasdem tidak mau kepala daerahnya melakukan perbuatan tercela. Politik tanpa mahar bukan sekedar slogan, tapi dibuktikan di Pilkada 2015, 2017 dan 2018,” terangnya.

Partai NasDem sendiri menyepakati tiga syarat terkait pendeklarasian Emil sebagai Cagub Jabar 2018-2023 oleh partai tersebut. “Ada kesepakatan yang telah terjadi antara Ketua Umum Partai NasDem dengan Emil, untuk itu deklarasi hari ini dilaksanakan,” ujar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat memberikan sambutan dalam deklarasi tersebut.

Ia mengatakan syarat yang pertama ialah apabila rakyat telah memberikan amanah dan menempatkan Emil sebagai gubernur definitif Jawa Barat maka dalam melaskanakan fungsi, peran dan tugas jabatan yang diembannya maka Emil harus menjadikan Jawa Barat sebagai benteng Pancasila yang melindungi seluruh warga masyarakat.

“Dengan menjadi benteng Pancasila maka semangat kemajemukan dan pluralisme harus tetap terjaga dalam keseharian. Ini artinya sistem dan ideologi bangsa kita yakni Pancasila merupakan kekuatan yang harus tetap terjaga dan tidak bisa digoyahkan oleh kekuatan apapun,” tegasnya.

Syarat yang kedua, kata Surya Paloh, adalah ketika memenangi dan duduk menjadi pimpinan daerah Jawa Barat maka Emil harus menjadi milik seluruh masyarakat Jawa Barat dan seluruh parpol yang ada.

“Dengan dmeikian saya meminta kepada Ridwan Kamil untuk tidak bergabung dengan parpol apapun, termasul Partai NasDem,” terang dia.

Menurut dia, permintaan agar Emil tidak masuk menjadi anggota parpol dilakukan agar yang bersangkutan bisa menjalankan amanah dan sumpah jabatannya lebih fokus bagi masyarakat Jawa Barat.

Syarat yang ketiga ialah Emil harus mampu mengkonsolidasikan roda pemerintahan Jawa Barat di bawah dirinya dengan harapan bisa membawa peran serta masyarakatnya dalam memahami arti pembangunan nasional dan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sedang berupaya mempercepat proses pembangunan serta persiapan Pemilihan Presiden 2019.

“Inilah tiga syarat yang ditetapkan NasDem kepada Ridwan Kamil dan telah terjadi kesepakatan antara Ridwan Kamil dan saya sehingga deklarasi hari ini dilaksanakan,” pungkas Surya Paloh.Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco