Kapolda: Jabar Darurat Narkoba

oleh

BANDUNGHarian Waktu  – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan Jawa Barat masuk dalam kategori daerah paling rawan terhadap peredaran narkoba jenis ganja dan sabu yang menyasar kalangan muda.

Indikatornya kata Anton adalah tingginya jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di Jabar sehingga Jabar dinilai dalam keadaan darurat narkotika. “Jawa Barat darurat narkotika,” ujar Anton di Mapolda Jabar.

Anton menuturkan hal tersebut didasarkan pada terungkapnya 1.739 kasus narkoba di berbagai wilayah di Jawa Barat selama periode September 2016 hingga Februari 2017. “Kita akan terus berperang melawan narkoba, tidak hanya secara fisik, tapi menyangkut perang secara moral,” jelasnya.

Dikatakan Anton, salah satu alasan para bandar memasarkan barang haram tersebut di Indonesia terutama Jawa Barat, karna daya beli masyarakat yang sangat tinggi.  “Ketika daya beli tinggi otomatis barang-barang pun cepat beredar,” paparnya.

Anton mengatakan, kebanyakan narkotika yang masuk khususnya shabu berasal dari Tiongkok melalui Malaysia dan diedarkan diberbagai wilayah di Indonesia termasuk Jawa Barat.

“Kebanyakan, yang kita bongkar semua jalur melalui malaysia terutama Kalimantan Timur. Perlu sinergitas perlu pengetatan dengan jalur masuk menuju Malaysia. Di Sulsel (Sulawesi Selatan) tidak ada alat deteksi, anjing pelacak terbatas, sehingga peredarannya sangat mudah masuk,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk memuluskan pemasaran barang haram tersebut para bandar pun saat ini menggunakan telepon seluler yang sulit untuk diakses oleh kepolisian, dan membutuhkan teknologi khusus untuk bisa menyadapnya. Bahkan salah satu pengendali dan penyuplai shabu berada di Lapas Nusakambangan.

Karena itu menurut Anton, perlu segera dirumuskan dan diterapkan aturan larangan penghuni lapas menggunakan telepon seluler. Sebab faktanya selama ini banyak penghuni lapas yang terjerat kasus narkoba tetap bisa mengendalikan peredaran barang haram tersebut.

Untuk itu kata Anton, Polda Jabar sendiri terus mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM terkait masalah larangan handphone masuk lapas. “Jadi mereka mempersiapkan diri, ini yang ditangkap di Bogor dan mendapat perintah di (Lapas) Nusakambangan,” terangnya.Zacky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco