Gelandang Harus Lebih Produktif

oleh

BANDUNG | Harian Waktu – Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman dan mantan pelatih Persib Indra Thohir punya pandangan yang berbeda soal kebutuhan striker dan produktifitas gol dalam sebuah permainan.

Indra Thohir menilai, dalam sebuah tim, tak masalah siapa pun strikernya karena yang terpenting adalah  bagaimana tim bisa lebih kreatif mencetak gol. Salah satunya adalah dari lini kedua.

Akan tetapi Djanur tak sependapat dengan Thohir yang bisa dikatakan merupakan salah satu gurunya, sosok striker bernaluri predator tetap dibutuhkan karena dengan adanya kreator gol, ‎produktivitas gol pun akan lebih meningkat.

“Ada benarnya ketika urusan mencetak gol bisa dilakukan oleh gelandang atau lini kedua tapi saya membutuhkan pemain (striker) yang betul-betul seorang predator di depan gawang lawan. Tanpa adanya kreator gol, sepertinya sektor penyerangan kurang optimal,” ujar Djanur yang menjadi Asisten Thohir saat membawa Persib juara Liga Indonesia 1994/1995.

Ia menyartakan, saat ini Persib terus melakukan negosiasi untuk mendatangkan striker asing. Seandainya sudah terjadi kesepakatan, penyerang yang pernah merumput di Indonesia itu akan diperkenalkan saat peluncuran tim, 2 April 2017 mendatang yang rencananya dilaksanakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Seperti diketahui, Persib saat ini tengah memburu striker untuk menambah kekuatan mengarungi Liga 1. Hadirnya striker menjadi kebutuhan penting karena saat ini Persib hanya memiliki satu pemain yang dianggap predator yakni Sergio van Dijk.

Saat Sergio mengalami cedera, sektor penyerangan terlihat pincang. Kondisi itu dinilai sebagai salah satu penyebab kegagalan Persib di Piala Presiden ‎2017.

“Saya lihat, saat ini Persib sedang fokus memburu striker tapi saya kira, striker yang ada cukup bagus. Kalau lihat tim-tim di dunia, produktivitas gol lebih banyak dihasilkan oleh lini kedua. Kalau bagi saya, siapapun penyerangnya tak masalah, yang penting harus memiliki gelandang serang kreatif dan produktif mencetak gol,” kata Indra Thohir.

Pendapat Thohir memang ada benarnya juga jika berkaca pada pencapaian Persib yang menjadi juara di kompetisi ISL 2014. Diakui atau tidak, tapi ketika itu Maung Bandung memiliki sektor tengah yang sangat solid, tajam dan produktif. Dengan modal barisan gelandang yang produktif secara matematis lebih memberikan peluang kepada setiap tim untuk tampil lebih kompetitif dalam sebuah kejuaran, baik liga maupun turnamen.

Tanpa mengesampingkan ketajaman Ferdinand Alfred Sinaga, Djibril Coulibaly, dan Tantan yang jadi andalan Persib kala itu. Peran gelandang atau lini kedua ketika sangat kentara dengan dimotori oleh gelandang kreatif dan produktif seperti Makan Konate, Firman Utina, dan Atep. Zacky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco