PERAN KELUARGA TEKAN KEKERASAN

0 350
Link Banner

Cianjur | Harian Waktu – Ketua  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan menyatakan,  saat ini, salah satu isu kependudukan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, terutama Jawa Barat, adalah masalah kemiskinan, meski masalah lain juga menjadi isu yang kini terus ditindaklanjuti.

Hal ini dia ungkapkan saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dengan Judul Peranan Perguruan Tinggi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Dan Anak Dalam Era Globalisasi Di Auditorium Universitas Suryakencana, kemarin.

Menurut istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut, kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan dan reproduksi, lingkungan, kesehatan masyarakat lanjut usia, dan penataan ruang menjadi masalah yang harus dicarikan solusinya.

Pada masalah pemberdayaan perempuan dan generasi muda, Netty memberikan sedikit gambaran. Menurut Netty, kekurangpahaman kaum perempuan dan generasi muda akan perannya sebagai subyek pembangunan bangsa menjadi pemicu tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Masalah kekerasan yang dialami perempuan, yang memiliki peranan adalah keluarganya itu sendiri, dimana keluarga yang miskin seakan terpinggirkan atau tersisihkan oleh lingkungan sekitar.

Oleh karena itu ketidakmampuan  keluarga membangun, mengasuh yang benar dan tepat. Jadi pengawasan itu harus dari keluarga terlebih dahulu, baru kita menyasar ke pihak yang lainya kerena keluarga diliputi berbagai masalah sehingga tertanam sepenuhnya.

“Nah disini mulai terjadi pengalihan pengasuhan oleh pengalihan teknologi tinggi anak-anak bermain dengan sekelompok orang –orang yang tidak baik,” katanya.

Sedangkan potret tatanan keluarga itu, kata Netty,  penting pengawasan pengasuhan. Perlindungan adanya di keluarga terlebih dahulu, itu ada aturannya. Kemudian ada pasal yang mengamanatkan anggota masyarakat harus terlibat memotifator ketahanan keluarga, jadi melihat kanan kiri keluarganya. Yang bermasalah kita harapkan anggota masyarakat yang lain bisa membantu pengawasan dan juga bisa melaporkan bila melihat adanya kekerasan terutama di dalam rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, saat ditanya data tenaga kerja yang berangkat ke luar negeri, Netty berujar, kalau berbicara angka, cetusnya, harus merujuk ke Dinas Tenaga Kerja masing-masing. Dirinya tidak terlalu hapal dan faham berapa  jumlah warga yang ada di Cianjur, termasuk Tenaga Kerja di luar negeri, termasuk kota lainnya.

“Yang jelas memang yang dikatakan BNP2TKI, salah satu yang terbesar warganya menjadi tenaga kerja luar negeri di Jawa Barat, itu ada sembilan kabupaten, salah satunya Kabupaten  Cianjur,” ujarnya.

Mungkin, sambung Netty,  ada data dari beberapa lembaga yang  menangani ketenagakerjaan Jadi data ini harus dinormalisasi dan selarasan data ini. Soal data tapi ini mungkin kecenderungan yang berangkat ke luar negeri meningkat, saya melihat beberapa asumsi” katanya tanpa merinci asumsinya.

Sementara itu, Netty menekankan kebijakan pembangunan di setiap daerah harus berlandaskan kependudukan. Ke depan, ia berharap ada semacam forum koordinasi khusus guna menghadirkan pembangunan kependudukan yang strategis. “Jumlah penduduk yang besar sebenarnya bukan masalah jika kita memiliki kualitas dan berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya dan layanan masyarakat,” ucapnya.

Category: Cianjur PintarTags:
example banner
No Response

Leave a reply "PERAN KELUARGA TEKAN KEKERASAN"

[+] kaskus emoticons