Dua Kerangka Manusia Purba Ditemukan

oleh

BANDUNG BARAT | Harian Waktu – Dua kerangka manusia prasejarah kembali ditemukan para arkeolog di Gua Pawon, Kampung Cibukur RT 04/15, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (21/3).

Penemuan dua kerangka manusia prasejarah tersebut adalah yang ketujuh sejak proses penggalian atau kegiatan arkeologi dilakukan sejumlah peneliti di Gua Pawon pada 1999 silam oleh tim peneliti dari Cekungan Bandung.

Kemudian pada 2000-2003, penelitian dilanjutkan oleh Tim dari Balai Arkeologi (Balar) Bandung hingga sekarang.Selama penelitian yang dilakukan oleh Balar Bandung, ada tujuh individu kerangka manusia purba zaman mesolitik yang ditemukan.

Dari ketujuh individu kerangka manusia purba, dua di antaranya merupakan temuan terbaru yang ditemukan pada Senin (20/3) dan Selasa (21/3).Adapun temuan sebelumnya, berturut-turut pada 2003, 2004 dan 2005.

Kedua kerangka ini ditemukan pada Senin dan Selasa (20-21/3) lalu, berada di dua lapisan tanah yang berbeda. Kerangka pertama ditemukan para arkeolog dari Balai Arkeologi Jawa Barat di kedalaman 2,3 meter, sedangkan kerangka kedua mereka temukan di kedalaman 2,45 meter dari permukaan tanah.

Perbedaan kedalaman tempat kedua kerangka ini ditemukan, menurut Ketua Tim Penelitian Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri, mengindikasikan bahwa kedua kerangka tersebut berasal dari generasi yang berbeda.

“Karena kedua rangka ini berada di stratigrafi (lapisan tanah) yang berbeda, usia manusia pawon ini berbeda. Namun, bisa kami pastikan, usia keduanya lebih tua dari usia rangka hasil penemuan sebelumnya. Kedua rangka yang baru kami temukan ini diperkirakan berusia lebih dari 9.500-an tahun,” ujar Lutfi.

Meski berada di stratigrafi (lapisan tanah) yang berbeda, kata Lutfi, kedua kerangka ini mereka temukan di kotak yang sama, yakni di kotak ekskavasi T4/S3 (Timur 4 Selatan 3). “Saat ditemukan, posisi kaki terlipat di bagian dada,” katanya.

Dengan adanya dua penemuan rangka ini, sejak 2003, menurut Lutfi, sudah tujuh rangka yang mereka temukan.Lima kerangka pertama mereka temukan pada penelitian tahun 2003 hingga 2004.Tiga di antaranya ditemukan di kedalaman 80 sentimeter dan diperkirakan usianya 5.600 tahun.

Dua lainnya ditemukan masing-masing di kedalaman 1,47 meter dengan perkiraan usia 7.300 tahun, dan di kedalaman 1,67 meter dengan perkiraan usia 9.500 tahun. “Karena itu, usia dua kerangka terakhir yang baru kami temukan, bisa dipastikan lebih dari 9.500 tahun,” kata Lutfi.

Lima kerangka manusia prasejarah yang lebih dahulu mereka temukan, menurut Lutfi, berasal dari kelompok ras mongoloid pada era mezolitikum.”Kemungkinan besar kedua rangka ini juga termasuk ke dalam kelompok ras mongoloid,” katanya.

Namun, untuk memastikannya, menurut Lutfi, hasil temuan ini akan diteliti dan dianalisis melalui uji laboratorium dengan metode forensik odontologi di Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran untuk mengetahui usia, jenis kelamin, kelompok, pola nutrisi, hingga usia budayanya.

“Hasilnya nanti akan kami publikasikan kepada masyarakat, terutama di Jawa Barat,” ujarnya.

Selain menemukan rangka manusia, tim peneliti juga menemukan berbagai serpihan material atau benda yang mungkin berkaitan dengan peninggalan benda bersejarah. Menurut Lutfi, kemungkinan masih ada kerangka lain yang akan mereka temukan masih sangat besar, mengingat penelitian yang mereka lakukan sejak Rabu (15/3) ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari lagi.

“Penelitian masih akan berlangsung hingga Sabtu nanti. Masih besar kemungkinan bertambah,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, keyakinan ini makin menguat karena di kedalaman 320 sentimeter timnya juga menemukan sisa budaya berupa batu pasir yang tidak terbentuk di kawasan batu gamping (karst Citatah) yang sengaja dibawa orang (manusia Pawon) di gua tersebut.

“Proses migrasi budaya prasejarah dari Asia daratan ke kawaan Nusantara ini sampai ke Pasifik.Jabar diperkirakan mempunyai kronologi (periode) budaya hingga 35.000 tahun lalu.Di sini baru 9.500 tahun atau 7.500 Sebelum Masehi, artinya masih banyak yang belum terungkap,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Lutfi, penelitian di Gua Pawon sudah mereka lakukan di enam kotak ekskavasi.Ia memperkirakan, gua ini dahulu sempat menjadi tempat tinggal manusia prasejarah, atau bahkan manusia purba.

“Berdasarkan teori hunian terdapat tiga fungsi gua.Pada zaman dahulu manusia memanfaatkan gua sebagai tempat hunian (aktivitas) dan sebagai penguburan.Adapun gua yang luas bersifat multifungsi atau gabungan tempat tinggal sekaligus pemakaman.Kemungkinan Gua Pawon ini termasuk gua yang multifungsi.Gua pemakaman ini adalah bagian ruang di dalam gua yang jarang dilalui, sepi, gelap, dan luas,” ujarnya.

Dalam penelitian yang berlangsung selama 13 hari ini, Lutfi dibantu oleh enam anggota tim peneliti arkeologi Jabar. Sejumlah pekerja lokal juga dilibatkan dalam penelitian ini. Zacky/Net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] kaskus emoticons nartzco