Prosedur Pengdaan Mobil Ambulan Desa Di Soal

0 2992
Link Banner

 

CIANJUR | Waktu Cianjur – Adanya surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dengan Nomor 143 perihal pengadaan kendaraan operasional ambulance kepada seluruh Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Cianjur menuai pro dan kontra.

Salah satu yang mempertanyakan surat tersebut adalah Ketua Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan dan Hukum (Ampuh) Yana Nurjaman, menyatakan soal pengadaan mobil ambulan sangat setuju sekali untuk membantu mengoptimalkan pelayanan kesehatan dipelosok–pelosok desa. Tapi ada dua persoalan yang menjadikannya rancu secara prosedural dan cacat hukum.

Menurut Yana, persoalan itu terletak pada posisi Sekretaris Desa (Sekdes) yang ditempatkan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sebagaimana diketahui bahwa sekarang ini tidak setiap Sekdes sudah dilantik atau memegang Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS). Sedangkan salah satu syaratnya jadi PPK adalah harus seorang PNS.

Yang kedua, lanjutnya, kalaupun Sekdes tersebut sudah berstatus PNS, apakah para Sekdes se Kabupaten Cianjur sudah pernah melaksanakan pelatihan dan pendidikan hingga memegang sertifikat sebagai pelaksana atau panitia pengadaan barang dan jasa.

Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang dan Jasa adalah tanda bukti pengakuan dari pemerintah atas kompetensi dan kemampuan profesi dibidang Pengadaan Barang danJasa. Sebagaimana yang dimaksud oleh Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Perubahan Ke Empat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

”Sekali lagi saya mendukung adanya mobil ambulan desa. Tapi, coba saya tanya, kapan para Sekdes yang ditunjuk sebagai PPK oleh DPMD melaksanakan latihan dan ujian soal pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujar Yana mempertanyakan.

Sedangkan Kepala Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah, Nyanyang Sarif Hidayat mengutarakan persetujuannya atas intruksi pengadaan mobil ambulan desa. Baginya, desa memang sangat membutuhkan ambulance untuk melayani masyarakat yang sedang sakit agar bisa dengan segera dibawa ke rumah sakit.

Nyanyang mengatakan keberadaan ambulance Puskesmas yang ada sekarang tidak akan mampu melayani masyarakat delapan desa yang ada di Kecamatan Karangtengah. ”Makanya, saya bersukur sekali,” ucapnya.

Dari dulu desa Ciherang mengidam–idamkan mobil ambulan. Tapi karena belum adanya payung hukum yang membolehkannya, terpaksa keinginan tersebut ditunda dulu.

Nyanyang sendiri rencananya akan mengambil ambulance dari merk APV Luxury terbaru yang dengan harga Rp. 204. 700. 000 ditambah aksesoris medis standar plus Rp. 62. 700.000 dengan PPN/PPH jadi Rp. 286. 375.000.

“Saya akan ambil yang paling mahal demi menjamin kenyamanan masyarakat Ciherang saat membutuhkan dikemudian hari,” pungkasnya. Ruslan Ependi

Category: Waktu CianjurTags:
resto
No Response

Leave a reply "Prosedur Pengdaan Mobil Ambulan Desa Di Soal"

[+] kaskus emoticons